Carut Marut Pemilihan Kadus Desa Suruhkalang

Carut Marut Pemilihan Kadus Desa Suruhkalang

Carut Marut Pemilihan Kadus Desa Suruhkalang. Lagi dan lagi, pemerintah desa Suruhkalang menggelar pemilihan kepala dusun untuk menempati jabatan kepala dusun Jetis. Pada pemilihan Kepala Dusun (kadus) Jetis, Desa Suruhkalang, Kecamatan Jaten menjadi sorotan warga terutama warga dusun Jetis.

Tim Wartasolo.com memantau dari awal jalannya pemilihan KADUS di Desa Suruhkalang. Lowongan kepala dusun Jetis dibuka lantaran menggantikan kadus lama, Subandi, yang akan memasuki purna tugas pada 2017. Pemilihan kepala dusun Jetis diikuti oleh 5 peserta 4 diantaranya laki-laki dan 1 perempuan diantaranya Andi, Waluyo, Agus Wijayanto, Sularto, Dian Sulistyarini. Agus Wijayanto dan Dian Sulistyarini merupakan pasangan pasuti yang ikut meramaikan pemilihan kadus.

Ujian tertulis dan wawancara dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Agustus 2017 bertempat dikantor Kepala Desa, Desa Suruhkalang. Dari kelima peserta tersebut Saudara Andi dinyatakan mendapatkan nilai tertinggi.

Carut Marut Pemilihan Kadus Desa Suruhkalang

Namun rupanya ada calon lain yang kurang setuju dengan hasil keputusan tersebut. Dengan mengirimkan surat gugatan keberatan yang dilayangkan langsung ke Pemkab Karanganyar. Ada 4 point yang menjadi titik keberatan peserta diantaranya

  • Tim penilai seleksi membiarkan salah seorang peserta membawa contekan atau jiplakan saat wawancara
  • Komposisi soal yang dibuat pihak ketiga dinilai tidak sesuai ketentuan (mestinya materi soal terdiri dari 35 persen peraturan desa, 35 persen tupoksi seorang kadus, 20 persen tentang Pancasila dan UUD 1945, 10 persen tentang bahasa Indonesia).
  • Keberatan berikutnya, tim penilai koreksi tidak sesuai yang disampaikan saat pembekalan yang mestinya dari pihak ketiga, dan terakhir, beberapa calon tidak diberi kesempatan untuk berpidato.
  • Surat keberatan tersebut sempat ramai dibicarakan warganet di media sosial (medsos) beberapa hari terakhir yang tergabung dalam Info Warga Karanganyar

Berdasarkan aduan tersebut seperti yang dilansir oleh solopos.com ada salah satu calon kadus yang gagal dan meminta adanya pemilihan ulang. Terpisah Eko Budi Prasetyo yang menjabat sebagai KADES Suruhkalang mengatakan bahwa pemilihan sudah berjalan sesuai dengan peraturan.

Penilaian panitia penyelenggara merupakan gabungan hasil tes tertulis dan wawancara. “Tak ada penyimpangan atau indikasi kecurangan. Soal adanya calon yang dipersilakan pidato itu, memang keinginan saya. Hanya tiga calon yang berpidato di depan umum. Itu untuk menguji keberanian mereka ngomong di depan umum,” jelas dia seraya menjelaskan mereka yang diberi kesempatan berpidato merupakan tiga peraih nilai tertinggi. Mengenai hal yang dipersoalkan warga di medsos, yaitu adanya calon yang membawa tulisan saat berpidato, Eko menjelaskan pidato itu sudah berada di luar tahapan seleksi kadus.

Tak hanya itu Pemilihan Kadus Yang diketuai oleh Saudara Dian yang merupakan Anak dari Ketum APSI ini juga menggandeng Tim Praktisi dari UNS. Sehubung beredar rumor di media sosial yang meresahkan warga tersebut menjadi sorotan, tim Pemkab datang ke desa itu pada Senin, 28 Agustus 2017. Seleksi ujian juga sudah dicek tim Pemkab yakni dari Bagian Hukum Setda Karanganyar, Bagian Pemerintahan Setda Karanganyar, Kecamatan Jaten, Inspektorat, dan aparat keamanan.

Pelantikan kadus yang djadwalkan hari Senin, 28 Agustus 2017 harus diundur padahal pihak keluarga besar kadus terpilih sudah memadati pelataran kantor kelurahan desa Suruhkalang. Melalui penundaan pelantikan tersebut Dian selaku ketua penyelenggara serta Suwarti selaku wakil dari keluarga kadus terpilih menyampaikan permohonan maaf atas penundaan acara kepada keluarga besar. Menurut Eko Budi Prasetyo Pelantikan akan diundur sampai tanggal 30 Agustus 2017. [Yuni Hastuti – WartaSolo.com]

Kategori: KABAR SOLO
Tagged as: pemilihan kadus, dan lainnya.