Khutbah Singkat Romadhon: Berbuka Setelah Mendengar Adzan Palsu, Apakah Puasanya Masih Sah? Di era serba digital ini sering kita jumpai suara adzan menggema dimana-mana. Baik dari handphone (HP), tablet, atau smartphone lainnya. Suara ini baik desengaja maupun tidak disengaja membaut seseorang teringat waktu-waktu sholat.

Materi khutbah singkat Romadhon 1438 H atau tahun 2017 kali ini mengenai kasus seseorang yang lalai karena mengira sudah masuk adzan Maghrib sehingga melakukan berbuka puasa. Dalam Islam ibadah puasa sudah ada tuntunnannya. Fiqih puasa termasuk hal-hal yang membatalkan puasa sudah jelas. (Simak juga: Fiqih Puasa Ringkas dan Hal-hal yang membatalkan puasa).


Ada beberapa kejadian usil seseorang dengan menyetel ulang adzan Magrib lewat HP temannya sehingga adzan berbunyi lebih awal alias sebelum maghrib tiba. Nah seperti apa status puasa seseorang yang lalai (tidak tahu) berbuka puasa yang dikarenakan ada seseorang yang menyetel ulang alarm adzan Maghrib lebih awal yang sebenarnya belum masuk berbuka?

Hal ini masuk pada faktor ketidaksengajaan akibat alarm Adzan HPnya disetting orang lain karena usil. Puasanya tetap sah dan apa yang ia makan/minum gara-gara ulah usil kita menjadi “rezeki” baginya.

مَنْ نَسِىَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ

Barangsiapa yang lupa, padahal ia berpuasa, lalu ia makan atau minum, hendaknya ia meneruskan puasanya. Karena ia diberi makan dan minum oleh Allah.” (HR. Jamaah)

Sikap terbaik adalah adalah jangan berbuat usil karena merugikan orang lain baik dari sisi ibadah dan sisi akhlak seorang muslim. Puasa Romadhon akan memberikan kita kekuatan spiritual karena Allah sajalah yang akan membalasnya dan untuk Allah sajalah puasa ini di lakukan. Baca juga: Kumpulan Terbaik Materi Ceramah Singkat Ramadhan Terbaru dan Download Contoh Singkat Kultum Romadhon. [M. Anis – WartaSolo.com]