Ceramah Singkat Ramadan: Bersyukur Akan Menambah Nikmat. Barang siapa yang mensyukuri nikmat Allah SWT maka akan ditambah nikmatnya. Barang siapa yang kufur maka akan adzab Allah sangat pedih. Secuil pesan Ilahi tersebut menyadarkan kita akan pentingnya bersyukur. Sudah menjadi wajar hamba mengucap syukur kepada sang khalik (pencipta). Bilamana seorang hamba memanjatkan syukur dan doanya sesama makhluk? Ini sungguh keingkaran dan perilaku mempersekutukan.

Membuat sama seolah-olah makhluk berhak di jadikan tujuan syukur, itulah kekufuran. Allah SWT cukup jelas memberikan hikmah besar apa itu syukur. Penghambaan kita pada Allah sebagai Dzat yang satu-satunya disembah, diibadahi, dimintai pertolongan, Mahakuat, Mahabijaksana, Mahakaya dan banyak nama-nama baik Allah untuk dipanjatkan saat kita berdoa. Padalah kesyukuran itu akan kembali kepada kita, Allah sebenarnya tidak butuh semua itu, karena Allah berdiri sendiri. Hanya saja pengajaran kepada hamba bahwasanya memposisikan pencipta sebagaimana yang tepat itulah bentuk kesyukuran sebuah penghambaan.


Ceramah Singkat Ramadan kali ini perihal ‘Syukur Akan Menambah Nikmat’

Mengingatkan Ramadan 2017 ini kita membaca kembali Alquran sebagai pedoman hidup manusia. Menengok kitab suci Alquran Surat Ibrahim Ayat 7 yang artinya, “…sesungguhnya jika kamu bersyukur maka akan Aku tambah nikmat kepadamu dan barang siapa yang kufur maka ingatlah adzab Allah sangat pedih.”

Sifat manusia secara dasar senantiasa kurang dengan apa yang sudah diraihnya, dan merasa kurang tersiksa bahkan tertekan dengan satu atau dua nikmat yang belum diraihnya. Sebuah janji sekaligus jaminan jika kita bisa menaklukan sifat dasar ini maka akan ditambah kenikmatanya. Oleh karena itu dalam edisi perdana KULTUM ini marilah bersama untuk mensyukuri apa yang sudah kita terima dan terus merenungi apa yang belum kita sadari

Nikmat Allah begitu banyak seperti udara (oksigen), sehat, hidup tenang dan berkelimpahan. Nikmat kesehatan seperti panca indra sampai hal terkecil yang melekat dalam tubuh kita adalah bukti Allah menyayangi hamba-Nya. Dan kenikmatan waktu luang kita untuk belajar.

Allah adalah maha kaya sehingga tidak memerlukan syukur kita, tetapi kitalah yang memerlukan syukur ini, dan pada hakekatnya seperti yang terdapat dalam Alquran Surat Luqman ayat 12 yang artunya:

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Jadi tidak ada alasan manusia untuk tidak mau bersyukur. Akal, hati dan tubuh ini menjadi bukti bahwa Allah sudah menempelkan, memberikan kenikmatan yang luar biasa apa yang sudah ada dalam diri kita. Baca juga: Kumpulam materi Ceramah Ramadan Terbaru dan Download PDF atau MS Word contoh ceramah singkat. [M. Anis – WartaSolo.com]