Inilah Profil Fachri Firmansyah Mantan Pemain Timnas U-21 yang Beralih Profesi Menjadi Satpam



Inilah Profil Fachri Firmansyah Mantan Pemain Timnas U 21 yang Beralih Profesi

Inilah Profil Fachri Firmansyah Mantan Pemain Timnas U-21 yang Beralih Profesi Menjadi Satpam. Sungguh malang nasib Fachri Firmansyah, mantan pemain timnas U-21 Indonesia tersebut mengalami cedera parah yang akhirnya mantan pemain timnas ini jadi satpam.

Fachri terpaksa harus pensiun di usia muda lantaran mengalami cedera parah pada tahun 2014 lalu. Sebelum mendapatkan cedera, Fachri memiliki sejarah perjuangan yang panjang. Awalnya, Fachri merupakan pemain Sriwijaya U-19.

Memang tidak banyak orang tahu tentang Fachri Firmansyah yang mungkin kini perlahan –lahan mulai hilang dari ingatan pencinta sepakbola Indonesia. Padahal kondisinya eks timnas tersebut kini sangat memperhatinkan, dia sedang berjuang memulihkan cedera yang dialaminya sejak dua tahun.

Baca Juga: Update Hasil Lengkap Liga Champions 2017 Tadi Malam

Fachri sempat mengikuti seleksi timnas U-19 di bawah asuhan Indra Sjafri bersama 30 pemain lainnya. Ketika itu, skuat Garuda Muda sedang mencari pemain terbaik untuk menghadapi Piala AFF 2014. Namun Fachri tidak merasa kecewan, lantaran selepas itu ia malah ikut membela timnas U-21 saat tampil di turnamen COTIF di Spanyol pada Agustus 2014, yang ketika itu dipimpin oleh Rudy Keltjes.

Diajang COTIF di Spanyol tersebutlah Fachri Firmansyah mengalami cedera ACL yang sangat parah. Sialnya setelah mengalami cidera tersebut, Sriwijaya FC yang merupakan timnya tidak memperpanjang kontrak Fachri. Cedera parah tersebut juga menjadi akhir dari kariernya sebagai pesepak bola karena dia tak lagi mendapat kesempatan menjadi pemain timnas.

Hal tersebut yang menjadi tekanan batin pemain muda Indonesia menjadi frustasi dan kabarnya sempat membeci sepak bola, apalagi merasa tak diperhatikan PSSI pasca-cedera itu. PSSI seolah tutup mata dan tidak peduli dengan Fachri. Dalam proses pemulihan melalui operasi, Fachri banyak dibantu oleh Sriwijaya FC yang ketika itu menjadi klub yang menaunginya.

Akibat kondisinya tersebut, Fachri sempat beralih profesi sebagai seorang satpam di sebuah perusahaan di Surabaya. Dia memang diketahui berasal dari keluarga yang kurang mampu, ayahnya hanya seorang peracik jamu sementara ibunya hanya buruh penjahit sandal.

Simak Juga:

Memang kasus yang dialami Fachri sejatinya bukan pertama kalinya terjadi di indonesia. Ada juga bek asala Persija Jakarta Alfin Tuasalamony juga sempat mengalaminya. Namun bedanya, dia mengalami cidera tersebut lantaran terkena musibah kecelakaan ketika di luar lapangan yang membuat tulang kering di kaki kirinya patah.

 

Walaupun sebenarnya klubnya, Persija Jakarta juga sempat membantu namun tidak banyak. Sementara sekali operasi Alfin harus mengeluarkan uang sebesar Rp 50 juta hingga akhirnya dia mendapatkan bantuan dari penggalangan dana yang dilakukan rekan-rekannya melalui laga amal. [Nico Yulianto – WartaSolo.com]