Ciri Anak Hiperaktif Dan Cara Mengatasinya. Anak merupakan anugerah terindah bagi pasangan suami isteri baik yang baru saja menikah ataupun yang sudah lama menantikan kehadiran sang buah hati. Saking sayangnya orang tua kadang mereka kebablasan memberikan perhatian kepada anak.

Banyak orang tua yang mengeluhkan tentang perilaku anaknya. Mereka menganggap anak yang banyak melakukan gerak adalah anak yang hiperaktif. Padahal tidak semua anak yang mempunyai banyak gerak merupakan anak yang hiperaktif. Sebagai orang tua hendaknya bisa membedakan antara anak aktif dan anak hiperaktif. Padahal ciri anak hiperaktif dan cara mengatasinya bila dibandingkan dengan anak aktif sangat jauh berbeda.


Ciri Anak Hiperaktif Dan Cara Mengatasinya. Yang perlu diketahui orang tua adalah perilaku anak yang selalu aktif merupakan hal yang wajar. Karena pada masa anak-anak mereka belajar mengenal lingkungannya banyak hal baru yang ditemuinya sehingga membuat rasa penasaran anak ditambah lagi daya khayal anak yang mulai berkembang. Hal tersebut membuat anak ingin melakukan berbagai hal hingga mereka mengetahui apa yang belum diketahuinya menurut versi anak.

Ciri Anak Hiperaktif Dan Cara Mengatasinya

Sebagai orang tua hendanya tidak melabeli anaknya sebagai anak hiperaktif. Yang mesti diketahui orang tua perbedaan antara anak hiperaktif dan anak yang selalu aktif begitu banyak. Sekilas anak hiperaktif sulit bahkan tidak bisa memusatkan perhatiannya pada salah satu obyek dalam hitungan detik selain itu anak bergerak secara berlebihan, sulit diatur, senang buat onar, tidak mau menatap bila diajak bicara.

Sedangkan anak yang selalu aktif anak bisa memusatkan perhatian, geraknya terarah, bisa menerima apa yang diperintahkan meskipun kadang menerima perintahnya dengan melakukan aktifitas. Namn pusat perhatian anak ada.

Berikut ulasan lengkap mengenai ciri-ciri anak hiperaktif yang perlu anda ketahui sebelum anda melabeli anak anda sebagai anak hiperaktif.

  1. Tidak fokus dan tidak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan atau permainannya.
  2. Anak tidak bisa konsentrasi dan cepat merasa bosan dalam bermain, misalnya saat bermain lego belum selesai merangkainya anak sudah berpindah pada permainan lainnya.
  3. Tidak mengenal lelah dan suka melakukan gerakan tanpa tujuan yang jelas
  4. Selalu saja ada hal yang membuatnya bergerak, misalnya berlompat dari atas kursi ke kursi lainnya, menggoyangkan kaki di bawah meja, berguling dan memanjat di tempat yang bukan selayaknya, mengangkat kedua tangan ke atas dan berlari keliling rumah dan mengepakan sayap seperti burung atau pesawat. Mengetuk meja dengan peralatan makan saat di meja makan dan jarang mengantuk atau sedikit tidur.
  5. Suka menentang, memberontak, tidak mau berbagi dan suka merusak.
  6. Anak tidak bisa dilarang. Ketika diberitahu untuk tidak merusak mainannya, anak tidak mematuhi nasihat orang tua dan cenderung merusak mainannya. Cepat emosi ketik keinginannya tidak dapat dipenuhi.
  7. Tidak memiliki kesabaran dan suka usil menggangu orang lain.
  8. Suka menyerobot barisan, tidak mau menunggu giliran, mengajak teman berbicara saat jam pelajaran di kelas berlangsung, mendorong atau memukul teman tanpa sebab.
  9. Tidak dapat tenang walaupun sebentar saja, misalnya saat dibacakan dongeng menjelang tidur pun tangannya terus bergerak atau sambil berguling dan melompat di atas tempat tidur.
  10. Anak banyak berbicara dengan suara keras dan cenderung berteriak. Suka menyela pembicaraan orang lain.
  11. Agresif, susah bergaul dan suka mencari perhatian orang lain.

Memiliki anak-anak yang hiperaktif adalah tantangan bagi para orang tuanya. Anak hiperaktif membutuhkan lebih banyak perhatian, disiplin dan juga sikap konsisten dari orang tuanya. Jadi, bagi orang tua harus cerdas dalam memahami anaknya apakah dalam keadaan aktif atau hiperaktif. Sekali lagi jangan salah ya kalau anak kita yang aktif dan normal tetapi kita vonis hiperaktif.

Demikian ulasan mengenai ciri anak hiperaktif dan cara mengatasinya, semoga ulasan diatas bermanfaat dan memberikan pengetahuan bagi anda untuk mendampingi dan mendidik buah hati tercinta. [Yuni Hastuti – WartaSolo.com]