Ceramah Pendek Romadhon: 4 Langkah Menuju Surga. Kebaikan adalah mudah dikerjakan dan keburukan lebih mudah lagi kerjakan. Amalan menuju surga bukanlah amalan yang sulit dikerjakan. Amalan ini ketika seseorang tahu maka tak pantas untuk berhenti. Alasannya mudah yaitu sudah terbiasa dan mencintai amalan itu.

Gatal rasanya bila tidak mengerjakan amalan yang sudah mendarah daging karena memang dirahmati Allah SWT. Orang-orang beriman setiap langkahnya memiliki motivasi yang besar dan kuat. Mulai dari motivasi dari nabi Muhammad SAW hingga Alquran. Itulah hikmah bila Romadhon 2017 nantinya akan terasa hangat dan khusuk.


Seperti halnya kata Allah SWT dalam surat Al Hajj: 77 yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, ruku, sujud dan beribadahlah kepada Allah, dan perbuatlah kebaikan-kebaikan agar kalian beruntung”

Paska hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah, baginda nabi beristirahat di Quba’. Dalam kesempatan itu bersama sahabat mendirikan sebuah masjid, walaupun saat itu masih dalam wujud sangat sederhana seperti hanya dibatasi pohon kurma, dan sebagian atapnya dari pelepah kurma ditambah daun-daun kering. Berbeda dengan saaat ini masjid itu begitu megah dan cantik, namanya adalah Masjid Quba’.

Satu minggu lebih Rasulullah saw berada di Quba’, dan di sinilah awal sejarah bermula sholat Jumat pertama. Memang sebelum hijrah, sholat Jumat belum bisa ditunaikan karena masih berada di bawah kekuasaan Quraisy, di kota Makkah.

Habis sholat Jumat, Nabi besar Muhammad SAW berangkat dengan berjalan kaki, memasuki kota Madinah. Beliau diiringi oleh para sahabat, baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshor. Untuk posisi unta Nabi SAW ketika itu dilepaskan dan berjalan paling depan.

“Biarkan unta itu berjalan, karena dia dalam bimbingan Allah swt,” kata Nabi saw.

Kemudian Nabi bertanya kepada para sahabat, tahun apakah ini?, bulan apakah ini? dan hari apakah ini?

Lalu beliau saw bersabda:

“Ayyuhannas Afsyus salaam, wa’ath’imuth tho’aam, wasiilul arham, washallu billaili wannaasu niyaam, tadkhulul jannata bissalaam” HR. Muslim

Artinya: Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan (kepada fakir miskin), sambungkan tali silaturrahim. Dan sholat malamlah kalian ketika manusia sedang nyenyak tidur. Engkau akan masuk syurga dengan salam (selamat).

Menurut hadits ini, Nabi saw mengungkapkan empat langkah untuk menuju syurga Allah SWT:

1. Menebarkanlah Salam

Ungkapan salam, “Assalaamu’alaaikum warahmatullahi wabarakatuhu,” disunnatkan bagi yang mengucapkannya, dan bagi yang mendengarnya, hukumnya wajib untuk menjawab. Ucapan salam adalah doa terhadap sesama hamba Allah swt, ucapan salam dapat memadamkan api dedam dan permusuhan, bahkan dapat memperkuat tali persaudaraan sesama kita.

2. Berikanlah Makanan

Tidak ada yang tidak membutuhkan makan. Sungguh banyak orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan makanan. Ada fakir miskin, anak-anak terlantar atau siapapun yang membutuhkannya. Kalaupun mengundang untuk walimahan atau syukuran, maka disunnahkan juga untuk mengundang orang-orang papa. Jangan sampai ada sebuah keluarga kepalaran, sementara tetangganya tertidur nyenyak lantaran kekenyangan.

3. Menyambung Tali Silaturahim

Kasih sayang harus disambungkan. Cinta kasih tak Menyambungkan kasih sayang, menyambungkan tali persaudaraan. Berkunjung, bertatap muka, berbincang-bincang agar suasana masyarakat menjadi damai dan tenteram. Dengan bersilaturrahim banyak pekerjaan-perkerjaan yang sulit bisa diselesaikan. Pesan Nabi saw, bahwa silaturrahim itu memperpanjang umur dan menambah rezeki.

4. Menegakkan Sholat Malam

Waktu khusus dalam doa-doa makbul adalah sepertiga malam salah satunya, dimana doa kita lebih dikabulkan oleh Allah swt. Yaitu bermunajat dan berdoa di malam hari, saat-saat orang lain sedang nyenyak tidur. Kita kenal dengan istilah qiyaamul lail, mendirikan ibadah malam, dengan sholat tahajjud, berdoa dan berdzikir kepada Allah swt. Bahkan pada bulan Ramadhan ini disunnahkan sholat tarawih, membaca Al-Qur’an, istighfar dll.

Keempat hal tersebut  poin 1-3 adalah berkaitan dengan manusia, hablumminnas. Sedangkan hanya satu poin yang menyebutkan ibadah mahdhoh, hablun minallah yaitu sholat malam.

BACA JUGA: Ceramah Singkat Ramadan: Bersyukur Akan Menambah Nikmat

Menjadikan kita layak masuk surga tidaklah sulit bila mengacu pada penjelasan di atas. Menurut pemahaman hadits ini, maka hubungan kita dengan manusia harus terus diperbaiki dan selalu ditingkatkan. Kualitas hubungan dan interaksi kita dengan manusia seperti mengucapkan salam, memberi makan dan menyambung kasih sayang justru menjadi faktor besar untuk masuk surga. Sudah begitu banyak keburukan amal manusia yang dilakukan, padahal ada amalan yang membuat kita begitu mudah masuk surga, tentunya semua diniatkan karena ridho Allah SWT. Baca Juga: Materi Ceramah Pendek Romadhon 2017 dan Link Dowload PDF MS Word Kultum Singkat. [M. Anis – WartaSolo.com]