Mengenal Gejala Penyakit Rematik Dalam Tubuh Kita



mengenal gejala penyakit rematik

Mengenal Gejala Penyakit Rematik Dalam Tubuh Kita. Apabila dalam tubuh kita mengalami yang namanya gejala-gejala rematik, maka kita semua harus memahami dahulu tentang gejala-gejala yang di rasakan dalam tubuh kita. Secara medis rematik adalah peradangan jaringan ikat sendi yang bersifat kronis progresif yang disebabkan gangguan autoimun. Gangguan tersebut terjadi ketika sistem kekebalan tubuh, keliru menyerang sel dan jaringan tubuh sendiri.

Rematik dapat menyerang hampir semua sendi, dimana serangan rematik biasanya simetris yaitu menyerang sendi yang sama di kedua sisi tubuh. Gejala rematik dapat muncul pertama kali pada usia 20-60 tahun. Hal tersebut tentuya dapat dilihat dari gejala-gejala umum yang terjadi pada tubuh kita.

Baca Juga : Mengenal Gejala Awal Penyakit Lupus

Maka dari itu inilah gejala umum penyakit rematik yang terjadi pada tubuh kita :

  1. Kekauan sendi di pagi hari – kekakuan ini berlangsung selama setidaknya satu jam.
  2. Pembengkapan dan nyeri sendi – hal ini akan terasa lembek dan hangat ketika disentuh, rasa sakit biasanya terjadi pada kedua sendi di sisi kanan dan kiri/simetris, tetapi mungkin tingkat keparahannya berbeda, tergantung sisi mana yang lebih sering digunakan.
  3. Penumpukan cairan – cairan dapat terakumulasi terutama di pergelangan kaki, dalam beberapa kasus, kantung sendi belakang lutut mengakumulasi cairan dan membentuk apa yang di kenal sebagai Kista Baker, kista ini terasa seperti tumor dan kadang-kadang memanjang k e bawah ke bagian belakang betis dan menyebabkan rasa sakit.
  4. Gejala seperti flu – kelelahan, penurunan berat badan dan demam dapat menyertai awal penyakit rematik. 

Penyakit ini biasanya berlangsung seumur hidup, sehingga perlu penanganan seumur hidup pula. Jenis obat untuk Rematik antara lain disease-modifying antirheumatic drugs (DMARD), analgetik dan anti peradangan, misalnya NSAID/selective COX-2 dan steroid.

Penanganan nonfarmakologis penderita dilakukan secata multidisipliner baik berupa edukasi mengenai penyakitnya maupun strategi pengobatannya untuk jangka panjang menyangkut harapan sembuh dan kemungkinan efek samping obat. sebaiknya harus dikonsultasikan ke dokter agar supaya mendapat diagnosa yang tepat. Baca Juga : Inilah Beberapa Makanan Penyebab Penyakit Jantung. [YuQe-WartaSolo.com]