Penggunaan KB Susuk, Waspadai Efek Sampingnya. Misalnya ada keluhan tentang KB susuk yang memang dirasakan oleh pemaikanya, maka dari itu inilah mmngkin akan menjadi sebuah jawaban akan selama ini yang anda rasakan atau keluhkan. Akan tetapi, perlu diketahui dulu selama ini anda penggunaan KB susuk yang berisi 6 tabung atau 1 tabung. Beberapa lama anda memakainya, apakah hanya metode susuk saja yang anda pakai atau sebelumnya sudah memakai metode lain. Dengan missal suntik 3 bulanan, suntik 1 bulanan, pil KB atau yang lainnya.

Mengapa begitu banyak pertanyan untuk anda tentang pemaikaian KB. Hal ini diperlukan karena setiap metode pemakaian KB turunan hormone estrogen atau progesterone yng berbeda, tentunya memiliki efek berbeda juga.


Secara umum susuk KB hanya memakai 1 macam turunan hormone progresteron. Dampak umum dari pemakaian KB progresteron adalah tidak haid, perdarahan sedikit-sedikit, nyeri kepala, acne/jerawat, penambahan berat adan, nyeri payudara, depresi, dll. dampaknya tidak semua dirasakan dan tidak semua pemakai KB memiliki keluhan yang sama, jadi sangat individual. Bahkan ada yang tidak ada keluahan sama sekali.

Penggunaan KB Susuk

Baca Juga:  Dampak Buruk Memakai KB, Mual Hingga Berat Badan Naik

Tidak haid terjadi karena adanya hambatan pematangan sel telur akibat kerja hormon ini yang menekan kerja hormon di otak sehingga siklus haid tidak bisa berjalan secaara normal. Berhentinya haid, pada umumnya terjadi setelah 1-2 tahun pemakaian. 80 % pemakaian KB susuk 6 tabung pada tahun pertama akan menglami perubahan pola haid dan hanya 10 % yang mengalami berhentinya haid di tahun pertama.

Untuk sementara penggunaan 20 % KB susuk 1 tabung akan mengalami berhenti haid ditahun pertama dan 30-40 % setelahnya. Dimana siklus haid akan kembali normal rata-rata 6-24 bulansetelah pelepasan KB susuk. Perlu diketahui bahwa, pemakai KB susuk 1 tabung lebih sedikit mengalami keluhan ini diandingkan dengan yang 6 tabung.

Simak Juga :

Apabila keluhan terasa sangat mengganggu dapt diatasi dengan meminum obat nyeri. Mudah capek dan mudah sakit bukan merupakan dampak dari pemakaina KB dan peril dilacak penyebab lainnya kenapa kok mengalami yang namanya cepat capek dan mudah sakit. [Yuni Hastuti – WartaSolo.com]