Survei Maret 2017 Putaran Dua Pilkada DKI: Anies-Sandi, Unggul, Ahok-Djarot Tumbang

anies sandi wartasolo.com menang

Survei Maret 2017 Putaran Dua Pilkada DKI: Anies-Sandi, Unggul, Ahok-Djarot Tumbang. Warga masih menunggu putaran dua Pilkada DKI akan berlangsung. Tanggal 19 April 2017 mendatang akan menjadi pertarungan dan pertaruhan terpanas Pilgub. Pasalnya putaran dua ini menjadi fokus utama Indonesia dalam pemilihan kepada daerah setingkat gubernur.

Hasil survei terbaru memberikan laporan bahwa Anies-Sandi memperoleh suara sebesar 46,3 % sedangkan Ahok-Djarot mememperoleh 39,7 &. Hasil ini disampaikan oleh Lembaga Media Survei Indonesia (Median) dalam menakar elektabilitas dua calon yang melaju ke putaran kedua Pilgub DKI. Sementara itu jumlah responden yang belum menentukan pilihan sebesar 14 persen. Untuk sementara Anies-Sandi unggul.

BACA JUGA: Ahok Menang di PILKADA DKI, Pendukung Menunjukkan Tanda-tandanya

“Saat ini memang posisinya Anies-Sandi unggul sementara dengan 6 persen, tapi ada dua hal yang harus kita ingat. Jumlah undecided masih 14 persen, artinya orang yang pada putaran pertama kemarin memilih Agus-Sylvi tidak serta merta kemudian memilih Anies-Sandi. Kompetisi masih panjang, jadi masih membuka peluang untuk siapapun memenangkan kompetisi, termauk untuk Ahok, hal ini berkaca dari survei naik turun suara itu sangat dinamis,” ucapan Direktur Eksekutif Median Rico Marbun pada acara yang berlangsung di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2017).

Metode survei dilakukan kepada 800 responden pada 21-27 Februari 2017 dengan menggunakan metode multistage random sampling dan proporsional atas populasi kotamadya dan gender. Margin of error survei sebesar 3,4 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari data hasil survei yang disebutkan bahwa tren suara menunjukkan ada kenaikan suara dari pasangan Anies-Sandi dan sedikit penurunan dari pasangan Ahok-Djarot. Marbun mengatakan yang menjadi salah satu alasan mengapa suara untuk Anies-Sandin naik adalah sepertiga (1/3) pemilih Agus-Sylvi di putaran pertama memilih Anies-Sandi pada putaran kedua.

“Dari 100 persen pemilih Agus-Sylvy di putaran pertama, ada 10 persen yang memilih Ahok-Djarot di putaran kedua, 35 persen memilih Anies-Sandi dan 55 undecided,” lanjutnya.

“Asal bukan Ahok”

Kemudian Rico menyampaikan, pada putaran kedua pilkada DKI, pemilih Ahok-Djarot dan Anies-Sandi di putaran pertama relatif tetap pada pilihan mereka. Selain itu, naiknya suara untuk Anies-Sandi juga dipengaruhi oleh adanya gelombang semangat untuk memilih asal bukan Ahok yang mulai muncul.

“Saat ditanya apa alasan anda memilih pasangan Anies-Sandi pada putaran kedua, ini kita tanyakan secara terbuka, kita kumpulkan. Yang kita lihat ternyata pemilih Anies-Sandi kental sekali dengan politik identitas atau politik agama 27 persen. Yang baru kita temukan alasannya adalah yang penting jangan Ahok, sebesar 25,9 persen, alasan yang kedua ini yang perlu kita amati karena belum pernah muncul pada survei sebelumnya,” tutur Rico.

Dari hasil temuan survei, Rico menyatakan pemilih Anies-Sandi didominasi oleh sentimen suasana non kandidat atau situasi di luar kandidat. Rico menyebut pemilih Anies-Sandi dibagi dalam empat kategori yaitu identitas dan anti Ahok sebesar 55,9 persen, kinerja mesin 5,7 persen, framing kompetensi 13,3 persen dan framing personal 8,6 persen.

Untuk karakter pemilih Ahok-Djarot lebih memfokuskan pada tema kompetensi. Ada 33,2 persen yang memilih Ahok karena menganggap Ahok berpengalaman dan kinerjanya terbukti.

“Ada tiga variabel utama, framing kompetensi, artinya memilih Ahok-Djarot karena kompetensinya sebesar 41,2 persen, karakter personalnya atau bersih dari korupsi sebesar 34,5 persen, sedangkan kinerja mesinnya lumayan kecil ya hanya sekitar 8,8 persen,” kata Rico.(detik)

Banyak survei yang perlu dikuti untuk memantau dan memonitor sejauh mana atensi pemilih sebelum menentukan pilihan. Salah satu lembaga survei telah melakukan hasil surveinya. Lebih teliti dan mantap untuk memilih dan menimbang menjadikan pilihan terbaik untuk pemimpin ibu kota nantinya. BACA JUGA: Pernikahan anak Aher, apakah dijodohkan? [MA – WartaSolo.com]