Klaten, WartaSolo.com – Warga Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo nekat melewati jalur lahar di Kali Woro karena jembatan yang ambrol akibat hanyut terkena lahar hujan beberapa waktu lalu. Sampai hari Sabtu (15/03/2014), jembatan yang mabrol tersebut belum diperbaiki.

Berdasarkan keterangan Muryanto (31), warga Pacitan, Ngemplak Seneng, Manisrenggo, jembatan sesek tersebut ambrol dan hanyut terbawa lahar hujan yang terjadi pada Rabu (05/03/2014) lalu. Muryanto juga menambahkan bahwa jembatan yang terbuat dari bambu tersebut sudah sering ambrol diterjang lahar hujan.


“Jembatan itu juga berkali-kali ambrol diterjang lahar hujan, namun warga terus mau membangun secara swadaya. Kami mohon bantuan dari pemerintah untuk segera memperbaiki jembatan ini,” kata Muryanto.

Sejumlah warga yang sering melewati jalur tersebut diketahui nekat melewati Kali Woro yang dipenuhi pasir material lahar hujan. Sejumlah warga yang menerobos jalur lahar ini mengaku nekat melakukan hal yang berisiko ini untuk mempersingkat perjalanan.

Warga yang menerobos jalur lahar tersebut sebagian besar adalah warga Desan Ngemplak Seneng dan Sukorini, Kecamatan Manisrenggo yang hendak ke pasar Kembang yang masuk wilayah Kecamatan Kemalang. Tak hanya warga yang mengendarai sepeda dan sepeda mottor, anak-anak sekolah juga nekat melewati jalur tersebut.

Jalur yang dilewati warga di Kali Woro ini masih dipenuhi pasir dan dialiri air, sehingga harus berhati-hati saat melewatinya. Warga mengaku lebih memilih jalur lahar ini daripada harus memutar melewati jalur lain yang lebih jauh dan memakan waktu lebih lama. Berdasarkan keterangan warga, apabila memilih jalur memutar, maka jarak yang ditempuh sekitar 3KM. Sedangan melewati bekas jembatan yang mabrol hanya 1,5KM.

“Ini mau pulang ke Kepurun, Manisrenggo. Tidak, tidak takut menyeberang di kali ini. Pokoknya kalau pas mendung tidak lewat sini menghindari lahar hujan,” kata Surati, warga Kepurun, Manisrenggo, seperti yang dilansir dari Solopos pada Sabtu (15/03/2014).