Flu Singapura – Pengertian, Penyebab, Ciri, Gejala, Cara penularan dan Cara Mengobati. Flu Singapura atau biasa dikenal juga dengan penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya menyerang anak kecil tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa. Pengidap flu Singapura biasanya mengalami bintil-bintil air dan luka-luka di sekitar atau di mulut, tangan dan kaki. Tapi, terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku tangan, bokong, lutut, dan lipat paha. Bagi bunda-bunda yang mempunyai anak kecil wajib mengetahui cirri-ciri flu singapura, penyebab dan cara pemularannya serta pengobatan atau perawatan di rumah untuk penderita flu singapura.

Dalam ilmu kedokteran flu singapura adalah hand foot and mout disease atau disingkat HFMD, jika dibahasa indonesiakan menjadi penyakit KTM (Kaki Tangan Mulut) karena salah satu ciri penyakit ini adalah adanya lepuhan pada kaki, tangan, dan mulut. Lantas kenapa disebut Flu singapura? karena penyakit ini pernah mewabah di singapore hingga banyak sekolah dan fasilitas umum lainnya menjadi ditutup gara-gara penyakit ini sehingga penyakit ini menjadi populer dengan sebutan flu singapore.



Flu singapura merupakan penyakit infeksi virus yang menyebabkan luka seperti sariawan yang banyak pada bibir dan mulut bagian dalam, luka lepuhan juga muncul pada tangan, kaki, dan terkadang pada bokong atau daerah popok.

Flu Singapura – Pengertian, Penyebab, Ciri, Gejala, Cara penularan dan Cara Mengobati.

Penyebab dan Cara Penularan Flu singapura

Penyebab Flu singapura adalah virus RNA famili Picornaviridae, Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Virus Penyebab Flu singapura tersering namun ringan adalah Coxsackie A16, sedangkan penyebab yang menimbulkan kasus berat atau berpotensi menimbulkan komplikasi hingga kematian adalah Enterovirus 71.

Dikarena penyebabnya virus maka flu singapura ini mudah menular. Sumber utama penyebaran kelompok virus ini adalah melalui mulut. Penyebaran flu Singapura dari satu orang ke orang lain adalah kontak langsung dengan penderita, melalui:

Cairan dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin.

Air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk.

Cairan yang berasal dari luka melepuh.

Permukaan benda yang sudah terkontaminasi oleh kotoran penderita (tinja).

Penyakit ini umumnya menyerang balita usia 2 minggu sampai 5 tahun, namun ada kasus yang terjadi pada anak hingga usia 10 tahun. Sedangkan Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus ini, namun bisa saja terjadi, apabila kekebalan tubuhnya sedang menurun.

Seperti infeksi virus pada umumnya, contohnya cacar air, anak yang sudah pernah terkena flu singapura akan memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Dengan catatan, virus strain-nya sama, tapi jika virus strainnya berbeda, anak tetap dapat terkena lagi.

Gejala dan Ciri-ciri Flu Singapura

Gejala Flu singapura biasanya akan muncul 3 sampai 6 hari setelah anak terpapar atau terkena virus. Ini disebut masa inkubasi.  Gejala dan Ciri-ciri flu singapura antara lain:

Demam tinggi.

Sakit tenggorokan.

Hilangnya nafsu makan.

Muncul luka seperti melepuh berwarna merah di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.

Ruam merah

Bayi dan balita akan rewel dan mudah marah.

Sakit perut.

Muntah.

Batuk.

Umumnya penderita flu singapura akan diawali dengan demam, setelah 2 hari atau 3 hari akan timbuh tukak pada gusi, bibir atau lidah seperti sariawan lalu menyebar ke tangan dan kaki anak.

Flu  Singapura tidak membutuhkan pengobatan. Kondisi ini biasanya pulih dengan sendiri setelah kurang lebih satu minggu. Flu Singapura disebabkan oleh virus, jadi Anda tidak bisa mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya. Namun, Anda bisa melakukan beberapa perawatan sendiri untuk meredakan gejala-gejalanya. Untuk meredakan rasa nyeri dan demam, berikan asetaminofen atau ibuprofen. Jangan berikan aspirin pada penderita anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun, karena berisiko menimbulkan penyakit sindrom Reye. Beristirahat secukupnya dan berikan banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.

Jangan memberikan makanan atau minuman asam dan pedas, karena bisa membuat luka di mulut dan akan terasa lebih perih. Berikan makanan lunak dan juga sup, karena kondisi ini akan membuat mereka kesulitan dalam menelan. Untuk mengurangi resiko penyebaran flu Singapura, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Mengisolasi penderita flu Singapura. Flu Singapura sangat mudah menular, oleh karena itu penderitanya disarankan untuk diisolasi hingga sembuh.
  • Membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus. Bersihkan area-area yang dicurigai terkjontaminasi virus (pakaian, seprei, meja, peralatan makan) menggunakan air dan sabun, kemudian bersihkan lagi dengan pemutih klorin.
  • Cucilah tangan dengan bersih. Cobalah untuk mencuci tangan dengan bersih secara rutin, khususnya setelah BAB, mengganti popok anak, menyiapkan makanan, dan sebelum makan.
  • Ajarkan cara menjaga kebersihan. Ajarkan pada anak bagaimana menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri, sebab anak-anak di bawah 10 tahun rawan tertular flu Singapura.
  • Hindari berbagi peralatan maupun mencium anak yang sedang menderita flu Singapura.

Untuk mengobati luka luar pada tangan dan kaki, bunda bisa memberikan cream yang mengandung Gentamicin. Pemberian cream yang mengandung gentamicin akan membantu mengeringkan luka dan hindari jangan sampai luka ditangan dan kaki mengeluarkan air (pecah). Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua pembaca. [Yuni – WartaSolo.com]