Boyolali, WartaSolo.com – Seorang wanita muda dengan inisial KRS (20) ditangkap polisi setelah tega membuang bayi hasil hubungan di luar nikah dengan pacarnya. Wanita asal Desa Blagung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali ini kini harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kronologi penangkapakn tersangka ini berawal dari penemuan mayat bayi di aliran sungai Nanas yang berlokasi di Dukuh Cilak, Desa Blagung oleh warga sekitar pada Senin (24/02). Penemuan mayat bayi ini kemudian dilaporkan ke pihak berwajib untuk dilakukan penyelidikan. Tim penyidik Polres Boyolali akhirnya berjasil mengungkap pelaku pembuang bayi tersebut, yakni KRS.


Tersangka KRS mengakui bahwa dirinya telah membuang bayinya sendiri pada hari Minggu (23/02) pada pukul 06.30 pagi. Ketika ditanya, KRS mengaku bahwa bayi tersebut adalah hasil hubungan di luar nikah bersama pacarnya yang bernama Yudha Nugroho. Tersangka mengatakan bahwa ia telah melakukan hubungan suami-istri tersebut sebanyak lima kali di kos pacarnya.

Akibat perbuatan tersebut, tersangka KRS akhirnya hamil dan menemui pacarnya untuk bertanggung jawab. Namun bukan pertanggung jawaban yang diterima, melainkan pacarnya malah menghilang. Sayangnya, tersangka KRS tidak mengetahui alamat pacarnya tersebut.

Tersangka juga mengatakan bahwa ia melakukan hal tersebut bersama pacarnya saat bekerja di Semarang. Setelah mengetahui bahwa dirinya hamil, tersangka memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya yang berlokasi di Kecamatan Simo.

KRS memutuskan untuk tidak menceritakan kehamilannya pada orang tuanya karena malu dan takut. pada hari Minggu (23/02/2014), tersangka melahirkan bayi perempuan seorang diri tanpa bantuan orang lain. tersangak kemudian memotong tali pusarnya dengan kuku dan membungkusnya dengan kain jarik.

Pulang kerja, tersangka memeriksa bayinya dan mengetahuinya telah meninggal, tersangka kemudian memutuskan untuk membuangnya di sungai Nanas yang berjarak 200 meter dari rumahnya. Bayi tersebut dibungkus plastik merah muda dan dimasukkan lagi pada lastik berwarna hitam.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh tim forensik RSUD Dr. Moewardi Solo, penyebab kematian bayi tersebut adalah kesulitan bernafas dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh bayi tersebut, seperti yang dilansir dari Solopos (26/02/2014).