WartaSolo.com – Orang sering beranggapan bahwa bulan puasa identik dengan kondisi tubuh yang lemas. Karenanya banyak orang mengkonsumsi suplemen vitamin agar tetap sehat dan segar selama beribadah puasa di bulan Ramadan. Jika dilihat dari segi nutrisi, perlukan meminum suplemen vitamin tersebut di saat bulan ramadhan?

Dukutip WartaSolo dari laman Kabar24, Selasa (1/7/2014) suplemen makanan berupa vitamin tambahan ternyata tidak perlu diminum saat puasa bila telah mengonsumsi buah dan sayur sesuai dengan porsi yang dianjurkan.


Menurut seorang Ahli Gizi bernama Fiastuti Witjaksono, nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin dan mineral sejatinya sudah terkandung dalam sayur dan buah. Bila sudah memenuhi 5 porsi buah dan sayur pada saat buka dan sahur, maka suplemen makanan lebih baik tidak diminum karena tidak perlu tambahan lagi.

“Buah-buah tropis mengandung vitamin C tinggi, sehingga tidak perlu lagi minum vitamin tambahan bila sudah cukup makan buah dan sayur,” ujar Fiastuti.

Secara khusus bahkan Fiastuti juga menganjurkan pada penyandang diabetes melitus agar mengikuti pola makan dengan benar saat puasa. Penyandang diabetes melitus dengan kadar gula darah di bawah 250 sebaiknya makan mendekati waktu imsyak ketika sahur.

Bila ingin minum jus buah, penyandang diabetes melitus maupun tidak, sebaiknya jangan menambahkan gula. Pengganti gula bisa berasal dari buah-buah tropis seperti mangga atau sirsak.

Buah tropis itu menurut Fiastuti sudah manis alami dan rasanya enak, sehingga tidak perlu ada gula tambahan bila diblender.