WartaSolo.com – Baru-baru ini Indonesia ramai sedang ramai membicarakan situs Vimeo diblokir, kebanyakan pengguna sosial media menanyakan alasan pemerintah Indonesia memblokir situs berbagi video tersebut.

Beberapa ISP Indonesia memblokir situs Vimeo yakni beberapa operator selular dan juga Telkom Speedy. Berbagai protes muncul dengan menyebutkan bahwa pemblokiran situs Vimeo terlalu berlebihan, hal tersebut memicu pemerintah Indonesia untuk menjawab dengan berbagai alasan.


M. Yamin El Rust selaku Direktur Eksekutif Yayasan Nawala Nusantara mengungkapkan alasan pemerinta memblokir situs Vimeo dengan mengatakan “Apapun alasannya, nudity tetap saja masuk dalam pornografi. Mungkin dari sudut pandang pemerintah dalam hal ini Trust+ mengganggap Vimeo sebagai tempat banyak tesedianya pornografi ya wajar saja”

Selain itu beliau juga menambahkan bahwa adanya protes dari para pengguna Vimeo yang memanfaatkan situs tersebut dengan bijak adalah sangat wajar. Hal yang paling penting untuk dilakukan dilakukan adalah perbaikan komunikasi antara pemerintah dengan Vimeo.

Penting adanya komunikasi pemerintah dan Vimeo untuk menentukan batasan-batasan konten yang boleh tayang di Indonesia, karena diketahui bahwa pornografi juga sangat dilarang di Eropa.

Seperti diketahui protes atas pemblokiran situs Vimeo semakin meningkat tatkala didapati situs internet positif yang menjadi tujuan redirect ketika seorang pengguna mengakses situs terlarang, justru terpasang iklan dengan tulisan “Advertise with Us” di bagian bawah.

Hal tersebut menimbulkan banyak tanda tanya, kemanakah uang hasil iklan tersebut? karena semakin banyak traffik yang menuju situs internet positif maka semakin banyak juga uang dari hasil iklan.