Mempersiapkan dan Membekali Diri Masuk Bulan Ramadhan: Sudah Siapkah Kita? Ramadan 2017 sebentar lagi akan menghampiri kita. Justru kita yang paling bahagia bertemu satu bulan agung dan berkah. Bulan penuh rahmat dan ampunan Allah SWT. Bulan Romadhon 1437H tidak lama lagi hadir di tengah-tengah kita.

Persiapan apa saja yang harus kita lakukan? Bekal apa saja yang harus kita siapkan? Tentunya harus disiapkan, jangan asal. Tentu juga bukan bekal seperti resep kue, belanja ke pasar dan lain sebagainya. Bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan, sehingga sudah seharusnya kita berjuang untuk mendapatkan keutamaan itu.


Semoga dengan persiapan bekal yang matang, kita bisa memaksimalkan diri kita untuk memperoleh keutamaan-keutamaan bulan suci Ramadhan.

Berikut 3 hal yang perlu kita persiapkan sebagai bekal menuju dan beramal di Bulan Romadhon 1438H Tahun 2017 mendatang:

1. Mempersiapkan Diri dengan Bekal Ilmu

Agar ibadah kita menuai manfaat, berfaedah, dan tidak asal-asalan kita perlu tahu ilmunya. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (Al Amru bil Ma’ruf, hal. 15).

Tidak tahu akan hukum puasa, bisa jadi puasa kita rusak. Tidak tahu apa saja hal-hal yang disunnahkan saat puasa, kita bisa kehilangan pahala yang banyak. Tidak tahu jika maksiat bisa mengurangi pahala puasa, kita bisa jadi hanya dapat lapar dan dahaga saja saat puasa. Ingatlah syarat diterimanya ibadah bukan hanya ikhlas. Ibadah bisa diterima jika mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias ada landasan dalilnya.


2. Mempersiapkan Diri dengan Bekal Sering Bertaubat

Tidak ada yang tidak pernah berbuat dosa. Sadar ataupun tidak pasti manusia pernah berbuat dosa. Sebaik-baik perbuatan dosa adalah dengan beristigfar. Inilah yang dianjurkan oleh para ulama kita. Sebelum memasuki bulan Ramadhan, perbanyaklah taubat dan istighfar. Semoga di bulan Ramadhan kita bisa menjadi lebih baik. Kejelekan dahulu hendaklah kita tinggalkan dan ganti dengan kebaikan di bulan Ramadhan.

Dalam nukilan perihal dosa Ibnu Katsir rahimahullah menuturkan, “Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14:61).

Itulah taubat nashuha, taubat yang tulus dan murni. Semoga Allah menerima taubat-taubat kita sebelum memasuki waktu barokah di bulan Ramadhan sehingga kita pun akan mudah melaksanakan kebaikan.

Salah satu do’a untuk meminta segala ampunan dari Allah adalah do’a berikut ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى

“Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan”. (HR. Bukhari no. 6398 dan Muslim no. 2719).

3. Membekali Diri Agar Allah Memberikan Kemudahan Selama Menjalankan Amal di Bulan Ramadhan

Melakukan kebaikan di bulan Ramadhan dengan sekian banyaknya keutamaan yang ada membuat diri kita senantiasa memohon pada Allah agar selalu memberikan kemudahan apa yang ki hajatkan. Jika kita terus pasrahkan pada diri sendiri, maka ibadah akan menjadi sulit untuk dijalani. Karena diri ini sebenarnya begitu lemah. Oleh karena itu, hendaklah kita banyak bergantung dan tawakkal pada Allah dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Terus memohon do’a pada Allah agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah baik shalat malam, ibadah puasa itu sendiri, banyak berderma, mengkhatamkan atau mengulang hafalan Qur’an dan kebaikan lainnya.


Doa untuk memohon kemudahan dari Allah adalah sebagai berikut.

اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa”

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah”. (Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 3:255. Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah).

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ

“Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot wa tarkal munkaroot.” (Ya Allah, aku memohon pada-Mu agar mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran). (HR. Tirmidzi no. 3233, shahih menurut Syaikh Al Albani).

Dengan mempersiapkan diri sebelum masuk bulan Ramadhan 2017, semoga Allah berkahi diri kita dalam kekhusukan setiap ibadah yang kita lakukan. Ibarat orang jawa “ora ujug-ujug”. Tidak tiba-tiba masuk Ramadhan begitu saja tanpa bekal dan persiapan. Bekal tersebut menjadi permulaan mulai dari sekarang untuk dipersiapkan dan semoga kita menjadi hamba yang bertakwa nantinya. Amin. Baca Juga: Materi Ceramah Singkat Ramadhan dan Kultum Pendek Romadhon. [M. Anis – WartaSolo.com]