WartaSolo.com – Operator seluler XL Axiata secara resmi telah menyelesaikan proses akuisisi terhadap operator Axis Telekom Indonesia. Kini XL Axiata telah resmi menjadi pemegang saham mayoritas di Axis Telekom Indonesia. Akusisi XL Axiata terhadap Axis ini telah mendapat restu dari KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha).

Nilai akuisisi Axis Telekom Indonesia oleh XL Axiata ini cukup besar, yakni $865 juta atau setara dengan Rp 10 triliun. Kabar mengenai akuisisi operator seluler Axis oleh XL Axiata ini sebenarnya telah ramai dibicarakan sejak tahun 2013 lalu dan baru terwujud sekarang karena harus melalui proses yang cukup panjang.


Lalu darimana sumber dana XL Axiata untuk mengakuisisi Axia Telekom Indonesia? Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, dana sebesar USD 500 juta didapatkan dari pemegang saham XL dan sisanya merupakan pinjaman dari pihak ketiga, yakni Bank UOB, Bank Tokyo-Mitsubishi, dan Bank DBS dengan nilai sebesar $365 juta.

“Akuisisi sudah dirampungkan dengan nilai akuisisi sebesar USD 865 juta, Rabu kemarin di Menara Prima jam 2 siang,” kata Turina Farouk.

Perjanjian akuisisi ini dilakukan oleh Saudi Telecom Company yang diwakili oleh Mr. K. Ravi Kumar selaku Group CFO of Saudi Telecom Company dan pihak Axiata Global yang diwakili oleh Chief Operating Officer (COO) PT XL Axiata Tbk, Willem Lucas Timmermans. Tak hanya itu, juga turut hadir Erik Aas selaku Direktur Utama PT Axis Telekom Indonesia.

“Kami bersyukur dapat mencapai tahap finalisasi akuisisi Axis. Dengan selesainya transaksi akuisisi ini, maka XL telah resmi menjadi pemegang saham di Axis.”

“Kami berterima kasih dan memberikan apresiasi tinggi atas dukungan dari berbagai pihak, terutama regulator, pemegang saham dan konsumen XL dan Axis, sehingga proses akuisisi ini akhirnya dapat tercapai.”

“Konsolidasi industri telekomunikasi saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan untuk memastikan industri telekomunikasi yang sehat dan berkesinambungan,” kata Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi, seperti yang dilansir dari Detik pada Kamis (20/03/2014).

Kesepakatan akuisisi Axis oleh XL Axiata ini telah melalui proses yang cukup panjang untuk mendapatkan restu dari Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pernyataan tidak ada keberatan dari Bursa Efek Indonesia, Persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk rencana akuisisi, Persetujuan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), dan Persetujuan dari Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kemenkominfo).