Tips Sukses 10 Hari Terakhir Ramadhan 2017 1438H, Cara Menikmati Penghujung Bulan Penuh Berkah. Bulan Ramadan adalah bulan ampunan yang penuh berkah. Menikmati suksesnya penghujung ramadhan adalah tips tersendiri di sela-sela sibuknya pekerjaan atau urusan dunia lainnya. Rasulullah SAW memberikan anjuran pada umatnya untuk memanfaatkan sisa-sisa ramadhan dengan amalan terbaik. Bisa dengan tilawah Al Quran, dzikir, sedekah, zakat, dakwah, tentunya yang utama adalah i’tikaf.

Itikaf adalah berdiam diri di masjid dalam arti memaksimalkan diri dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pendekatan yang sedekat-dekatnya dalam penggembelengan selama syahrur Ramadhon menuju hamba yang bertakwa. Ini penting sebagai pengingat bersama untuk melesatkan potensi amal di ujung bulan yang penuh ampunan ini. Tak sedikit orang meminta ijin keluarganya di 10 hari terakhir ramadhan meninggalkan mereka untuk melakukan sunnah nabi yang namanya ‘itikaf.


I’tikaf (Itikaf, iktikaf, iqtikaf, i’tiqaf, itiqaf), berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatannya. Orang yang sedang beriktikaf disebut juga mutakif.

Tips Sukses 10 Hari Terakhir Ramadhan, Pengertian I’tikaf

Jenis-jenis I’tikaf

  • Iktikaf sunnat adalah iktikaf yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridha Allah SWT seperti; iktikaf 10 hari terakhir pada bulan Ramadan.
  • Iktikaf wajib adalah iktikaf yang dikarenakan bernazar (janji), seperti: “Kalau Allah SWT menyembuhkan penyakitku ini, maka aku akan beriktikaf.

Waktu iktikaf

Iktikaf wajib tergantung pada berapa lama waktu yang dinazarkan, sedangkan iktikaf sunat tidak ada batasan waktu tertentu, kapan saja pada malam atau siang hari, waktunya boleh lama atau singkat.

Ya’la bin Umayyah berkata: “Sesungguhnya aku berdiam satu jam di masjid tak lain hanya untuk beriktikaf.”

Syarat-syarat iktikaf

Orang yang beri’tikaf harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Muslim
  2. Niat
  3. Baligh/Berakal
  4. Suci dari hadats (junub), haid dan nifas
  5. Dilakukan di dalam masjid

Oleh karena itu, iktikaf tidak sah bagi orang yang bukan muslim, anak-anak yang belum dewasa, orang yang terganggu kewarasannya, orang yang dalam keadaan junub, wanita dalam masa haid dan nifas.

Rukun-rukun iktikaf

  1. Niat
  2. Berdiam di masjid (QS. Al Baqarah : 187)

Di sini ada dua pendapat ulama tentang masjid tempat iktikaf. Sebahagian ulama membolehkan iktikaf di setiap masjid yang digunakan untuk salat berjamaah lima waktu. Hal itu dalam rangka menghindari seringnya keluar masjid dan untuk menjaga pelaksanaan salat jamaah setiap waktu. Ulama lain mensyaratkan agar iktikaf itu dilaksanakan di masjid yang digunakan untuk membuat salat Jumat, sehingga orang yang beriktikaf tidak perlu meninggalkan tempat iktikafnya menuju masjid lain untuk salat Jumat. Pendapat ini dikuatkan oleh para ulama Syafi’iyah bahwa yang utama yaitu iktikaf di masjid jami’, kerana Rasulullah saw iktikaf di masjid jami’. Lebih utama di tiga masjid; Masjid al-Haram, Masjid Nabawi dan Masjid Al-Aqsa.

Hal-hal yang diperbolehkan bagi mutakif (orang yang beriktikaf)

  1. Keluar dari tempat iktikaf untuk mengantar istri, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah saw terhadap istrinya Sofiyah ra. (HR. Riwayat Bukhari dan Muslim)
  2. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan.
  3. Keluar untuk keperluan yang harus dipenuhi, seperti membuang air besar dan kecil, makan, minum (jika tidak ada yang mengantarkannya), dan segala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid, tetapi ia harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluannya .
  4. Makan, minum, dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid.
  5. Menemui tamu di masjid untuk hal-hal yang diperbolehkan dalam agama.

Hal-hal yang membatalkan iktikaf

  1. Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan yang dikecualikan walaupun sebentar.
  2. Murtad (keluar dari agama Islam).
  3. Hilangnya akal, karena gila atau mabuk.
  4. Haid atau nifas.
  5. Bersetubuh dengan istri, akan tetapi memegang tanpa syahwat, tidak apa-apa sebagaimana yang dilakukan Nabi dengan istri- istrinya.
  6. Pergi salat Jumat (bagi mereka yang membolehkan iktikaf di surau yang tidak digunakan untuk salat Jumat).

Tips Sukses 10 Hari Terakhir Ramadhan 2017 1438H, Keutamaannya yang Perlu di Ketahui 

Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala, tidak terasa sebentar lagi (insya Allah) kita akan memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, artinya hari-hari penuh berkah ini akan segera meninggalkan kita, dan kita pun tidak bisa menjamin apakah kita akan bertemu kembali dengan bulan mulia ini di tahun depan. Oleh karenanya jangan sampai kesempatan emas yang akan Allah Ta’ala berikan ini kita sia-siakan begitu saja. Hendaklah kita benar benar memanfaatkan hari-hari terakhir ini dengan sebaik-baiknya, mengisinya dengan ketaatan kepada Allah Ta’ala serta meninggalkan segala maksiat. Karena di sepuluh hari terakhir inilah terdapat keistimewaan yang tidak ada pada malam-malam Ramadhan sebelumnya. Hal ini telah dicontohkan dengan baik oleh suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana terdapat dalam hadits, “Pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih giat beribadah melebihi hari-hari selainnya.” (HR. Muslim).

Keistimewaan 10 hari terakhir Ramadhan 

Pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan terdapat banyak keistimewaan yang tidak terdapat pada hari-hari lainnya. Di antara keistimewaan luar biasa yang Allah Ta’ala berikan kepada umat akhir zaman ini adalah adanya 1 malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yang kita kenal dengan malam lailatul qadar. Malam saat (permulaan) al-Qur’an diturunkan, serta malam saat malaikat turun membawa rahmat dari-Nya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam qadar (kemuliaan). Dan tahukah kamu apa malam qadar itu?. Yaitu suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turunlah para malaikat dan ruh (malaikat Jibril) dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr 1-5). Imam an-Nakha’i rahimahullah menjelaskan, “Amalan di lailatul qadar lebih baik dari amalan di 1000 bulan.” (latha’iful ma’arif, ibnu rajab). Artinya ketika kita mengamalkan suatu amalan shalih pada 1 (malam) lailatul qadar, maka amalan kita tersebut lebih baik nilai dan pahalanya di sisi Allah Ta’ala daripada amalan yang dikerjakan selama 1000 bulan (atau setara 83 tahun lebih 4 bulan) pada hari-hari biasa.

Waktu turunnya lailatul qadar

Lailatul Qadar terjadi pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lebih rinci lagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa malam lailatul qadar lebih memungkinkan terjadi pada 10 hari terakhir Ramadhan di malam-malam yang ganjil, yang kita tidak mengetahui di hari keberapa malam tersebut datang. Sebagaimana sabda beliau, “Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari). Adapun waktu pastinya maka dirahasiakan oleh Allah Ta’ala, diantara hikmahnya agar kita bersemangat untuk beribadah pada semua hari di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Ciri malam lailatul qadar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak terlalu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Baihaqi, shahih). Namun demikian kita tidak perlu bersusah payah mencari tanda-tandanya hingga menyebabkan kita lupa beribadah, akan tetapi cukup bagi kita memperbanyak ibadah pada 10 hari terakhir Ramadhan secara keseluruhan, insya Allah kita akan mendapatkannya.

Tips Sukses 10 Hari Terakhir Ramadhan 2017 1438H, Amalan di 10 hari terakhir Ramadhan

Kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah Ta’ala, diantara hal yang dituntunkan oleh agama kita dalam menggapai kemuliaan lailatul qadar adalah memperbanyak amal shalih pada 10 hari terakhir Ramadhan. Beberapa amal shalih yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut:

1. Tips Sukses 10 Hari Terakhir Ramadhan 2017 1438H, Pertama, “Melaksanakan shalat malam”.

Diantara amalan paling utama yang bisa kita lakukan adalah dengan mengerjakan shalat wajib 5 waktu, kemudian juga dengan melaksanakan shalat tarawih berjama’ah dan terus shalat bersama imam hingga selesai shalat. Lebih utama lagi jika kita menambahnya pada malam hari, sebagaimana hadits, “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari). Dan juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “Jika seseorang melakukan shalat (tarawih dan witir) bersama imam sampai selesai, niscaya dicatat baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Dawud, shahih).

2. Tips Sukses 10 Hari Terakhir Ramadhan 2017 1438H, Kedua “Banyak berdo’a”

Disunnahkan pula bagi kita untuk banyak berdo’a, Nabi kita yang mulia, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya oleh istri beliau, A’isyah Radhiallahu ‘anha, ”Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang mesti aku ucapkan saat itu?” maka Beliau menjawab, ”Katakanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi, Shahih).

3. Tips Sukses 10 Hari Terakhir Ramadhan 2017 1438H, Ketiga “I’tikaf di masjid”

Disunahkan melakukan i’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan bagi orang yang memiliki kemampuan dan tidak memiliki halangan. I’tikaf adalah suatu usaha untuk selalu menetap di masjid dan menyibukkan diri dengan ibadah kepada Allah Ta’ala, seperti menegakkan shalat, memperbanyak membaca Al Qur’an, memperbanyak dzikir, do’a, dan istighfar. Kemudian juga meninggalkan hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti mengobrol, cerita, senda gurau dan semisalnya. Tidak keluar dari masjid selama i’tikaf, kecuali bila ada keperluan yang mengharuskan untuk keluar (seperti buang hajat atau sejenisnya).

Hal yang demikian juga telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana hadits dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam selalu melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau” (HR. Bukhari dan Muslim).

4. Tips Sukses 10 Hari Terakhir Ramadhan 2017 1438H, Keempat “Beribadah secara umum”

Pada 10 hari terakhir disunnahkan pula untuk memperbanyak ibadah secara umum, baik itu shalat, dzikir, berdo’a, membaca al-Qur’an dan lain sebagainya. Serta disunnahkan untuk mengajak keluarga kita untuk beribadah menghidupkan malam-malam istimewa. A’isyah radhiallahu ‘anha berkata, “Apabila memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berkumpul), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Disunnahkan untuk memperbanyak ibadah di akhir bulan Ramadhan dan disunnahkan juga untuk menghidupkan malam-malamnya dengan amal ibadah.” (Syarah Shahih Muslim).

5. Tips Sukses 10 Hari Terakhir Ramadhan 2017 1438H, Kelima “Membayar zakat”

Amalan shalih yang jangan sampai kita lupakan adalah membayar zakat fithri, sebagaimana dalam hadits yang shahih, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri, sebagai pembersih bagi orang yang puasa dari segala perbuatan sia-sia dan ucapan kotor serta sebagai makanan bagi orang miskin. Siapa yang menunaikannya sebelum shalat id maka zakatnya diterima, dan siapa yang menunaikannya setelah shalat id maka hanya menjadi sedekah biasa” (HR. Abu Dawud, Hasan). Zakat fithri juga sebagai sarana untuk saling berbagi kebahagiaan diantara kaum muslimin pada saat hari raya id, sehingga ukhuwah islamiyah bisa semakin terjaga. Sebagian besar ulama terdahulu sampai sekarang menasihakan agar pembayaran zakat fitri berupa barang, yaitu berupa makanan pokok.

Tips Sukses 10 Hari Terakhir Ramadhan 2017 1438H, Kekeliruan di 10 hari terakhir Ramadhan

Kaum muslimin yang diberkahi oleh Allah Ta’ala, masih banyak masyarakat di sekitar kita yang masih menyia-nyiakan 10 hari terakhir Ramadhan, seakan-akan waktu dan kesempatan yang Allah Ta’ala berikan ini hanyalah untuk dibiarkan begitu saja. Diantara kita masih banyak yang semakin malas dalam beribadah. Seharusnya semakin mendekati akhir semakin giat beribadah, namun malah semakin malas untuk beribadah. Akhirnya shalat tarawih pun ditinggalkan, dan shaf-shaf shalat pun semakin maju tanda semakin sedikit yang hadir, amalan lain pun banyak yang disepelekan.

Kemudian masih banyak pula diantara kita yang waktunya habis untuk mempersiapkan pernak-pernik dan aneka hidangan guna menyambut ‘idul fithri hingga lupa beribadah. Siang dan malam sibuk berbelanja kebutuhan menjelang hari raya, sibuk membeli baju baru dan membuat makanan yang akhirnya meninggalkan amalan-amalan yang bernilai pahala besar. Maka sebagai seorang muslim yang menginginkan kebaikan yang banyak, jangan sampai kita terlena dengan godaan-godaan yang melalaikan kita dari semangat beribadah kepada Allah Ta’ala, terlebih lagi pada penghujung bulan nan penuh berkah ini.

10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah hari-hari yang sangat mulia, penuh berkah dan rahmat, penuh dengan ampunan yang sangat luas dari Allah Rabbul ‘alamiin. Terlebih lagi ada satu malam dimana malam tersebut lebih baik dari 1000 bulan. Oleh sebab itu hendaknya kita manfaatkan sebaik mungkin dengan banyak beramal shalih dan meninggalkan dosa dan kemaksiatan.

Demikianlah penjelasan tentang keistimewaan 10 hari terakhir bulan Ramadhan, semoga Allah Ta’ala memberikan kita kemudahan untuk melaksanakan amalan-amalan mulia yang dituntunkan oleh syari’at, sehingga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang disebutkan dalam sebuah hadits, “Celaka seseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhan tidak diampuni dosanya oleh Allah” (HR. Bukhari). Semoga kita menjadi golongan orang yang beruntung di dunia dan di akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

Tidaklah lama di bulan ramadhan, buktinya sering kita merasakan tiba-tiba sudah di penghujung Ramadhan 2017 1438 H. Apa yang sudah kita lakukan? Berapa besar tilawatil Quran kita? Berapa sedekah dan sudah seberapa jauh zakat kita ditunaikan? Akankah kita akan bertemu ramadan tahun depan? Semoga di 10 hari tekahir ini kita semakin mengencangkan ikat pinggang menikmati ibadah di ujung bulan yang penuh berkah. Semoga tips sukses 10 hari terakhir Ramadhan 2017 1438H memberikan suntikan semangat baru dan tetap istiqomah hingga akhir ramadhan menuju Syawal yang membahagiakan. [M. Anis – WartaSolo.com]

 

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Iktikaf

https://www.nahimunkar.com/10-hari-terakhir-ramadhan/