Benjolan di Kepala Belakang Anak, Berbahayakah? Apakah bahaya jika ada benjolan di belakang kepala anak kecil? Pernahkah anda merapa bagian kepala belakang anak anda? apakah anda menemukan benjolan kecil dikepala belakang anak anda? Pasti anda bertanya tanya dan cemas apabila menemukan benjolan dikepala belakang anak anda. Benjolan pada kepala belakang anak bisa jadi itu merupakan lipoma.

Lipoma adalah benjolan lemak yang tumbuh secara lambat di antara kulit dan lapisan otot. Lipoma bisa bergerak atau bergeser jika ditekan dengan jari secara perlahan-lahan dan terasa lunak. Ketika ditekan, lipoma biasanya tidak menyebabkan rasa sakit.


Lipoma tidak memerlukan perawatan karena biasanya tidak berbahaya dan tidak bersifat kanker, namun operasi pengangkatan lipoma bisa dilakukan jika lipoma yang diderita tumbuh besar dan mulai menimbulkan rasa sakit pada penderita. Sebagian pasien memiliki lebih dari satu lipoma dan umumnya orang-orang paruh baya yang lebih sering terkena lipoma.

Gejala Lipoma

Lipoma bisa muncul di bagian tubuh manapun bagian yang sering terdapat lipoma yaitu kepala belakang, leher dan bagian tubuh lainnya. Berikut ini adalah beberapa gejala atau ciri-ciri lipoma:

  • Ukuran lipoma biasanya memiliki diameter kurang dari 5 cm, namun ukurannya bisa bertambah besar karena lipoma bisa tumbuh.
  • Jika ditekan menggunakan jari, lipoma akan mudah bergerak, serta terasa lembek.
  • Lipoma terletak di bawah kulit dan biasa muncul di area punggung, paha, leher, lengan, perut, atau bahu.
  • Jika lipoma tumbuh makin besar dan mengandung banyak pembuluh darah atau menekan saraf di sekitarnya, lipoma akan terasa sakit.
  • Lipoma bisa tumbuh lebih besar dan lebih dalam, namun hal ini jarang terjadi. Jika tumbuh benjolan di area tubuh manapun, segera temui dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Selain lipoma ada juga penyakit lain yang menyebabkan tumbuhnya benjolan berisi cairan, biasanya nanah, di bawah kulit yaitu disebut kista. Berikut ini merupakan beberapa perbedaan antara lipoma dengan kista:

  • Jika disentuh, lipoma akan terasa lunak, namun kista akan terasa keras.
  • Lipoma terletak lebih dalam di bawah kulit, sedangkan kista dekat dengan permukaan kulit.
  • Lipoma tidak menyebabkan peradangan pada kulit, tapi kista bisa menyebabkan kulit membengkak dan berwarna kemerahan.

Simak Juga: Kista Ganglion, Kenali Penyebabnya Sejak Dini

Penyebab Lipoma

Penyebab pasti lipoma belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang dapat memicu risiko seseorang terkena lipoma.

  • Faktor genetika kemungkinan berperan dalam munculnya lipoma.
  • Walau lipoma bisa menimpa orang pada segala usia, namun lebih sering terjadi pada orang-orang yang berusia antara 40-60 tahun, dan jarang menimpa anak-anak.
  • Orang-orang yang menderita penyakit tertentu, seperti sindrom Cowden, sindrom Gardner, dan adiposis dolorosa.

Baca Juga: TOP 7 Gejala Penyakit, Mulai Dari Kanker Rahim, Diare, Hingga Cara Mengatasi GERD

Diagnosis Lipoma

Ada beberapa cara untuk mendiagnosis lipoma, seperti pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel jaringan untuk pemeriksaan laboratorium yang disebut dengan biopsi. Untuk membedakan benjolan lipoma dari benjolan kista, bisa dilakukan pemeriksaan dengan ultrasound.

Jika lipoma yang timbul memiliki bentuk yang tidak biasa, berukuran besar, dan terlihat lebih dalam dari jaringan lemak, diagnosis dapat dilakukan dengan tes pencitraan, seperti CT scan atau MRI yang hasilnya lebih akurat. Dan jika lipoma yang muncul tumbuh dengan cepat, terasa sakit dan tidak bergerak di bawah kulit, ada kemungkinan itu merupakan liposarcoma atau tumor ganas yang tumbuh di jaringan lemak.

Perawatan Lipoma

Ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan jika lipoma yang tumbuh menimbulkan rasa yang tidak nyaman, sakit atau mengganggu, dan terus berkembang.

Anda bisa melakukan sedot lemak menggunakan jarum atau selang besar untuk menyingkirkan gumpalan lemak. Alternatif lain yaitu dengan melakukan suntik steroid untuk menyusutkan lipoma, namun biasanya tidak bisa untuk menghilangkan lipoma seluruhnya.

Cara terakhir dan paling banyak dilakukan yaitu melalui operasi pengangkatan lipoma. Biasanya lipoma tidak akan tumbuh kembali setelah diangkat, namun bisa menimbulkan efek samping seperti memar dan bekas luka.

Meskipun lipoma tidak berbahaya tapi apabila lipoma tumbuh besar dan mengganggu jaringan tubuh alangkah baiknya dilakukan pengangkatan. Semoga ulasan diatas bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi pembaca. Baca Juga: Waspadai Lipoma Pada Anak [Yuni Hastuti – WartaSolo.com]