Islam

Kisah Hikmah Penjual Ketoprak: Sholat Saja Dijaga Maka Allah akan Menjaga Dagangannya

Share:

Kisah Hikmah Penjual Ketoprak: Sholat Saja Dijaga Maka Allah akan Menjaga Dagangannya. Sholat adalah amalan bertemunya sang Rabb dengan hamban-Nya. Setiap muslim wajib menjalankannya. Kisah hikmah penjual Ketoprak di tengah hedonisme modern ini memberikan energi baru buat kita semua.

Ini yang membuat berharganya hidup kita. Simak kisah berikut:

BACA JUGA: Dr. Zakir Naik Kembali ke Indonesia, Safari Dakwah yang Ditunggu-tunggu

Waktu itu:

Pulang Kantor, mampir dulu beli titipan orang rumah, kali ini dititipin ketoprak.

Akhirnya ketemu gerobak ketoprak, kok ini gerobaknya kosong gak ada orang yang jaga.

Baca Juga: Akhirnya Doktor Zakir Naik Kembali ke Indonesia: Inilah Jadwal Lengkap DZN Indonesia Visit 2017, Safari yang Menyejukkan.

“Pak, ini tukangnya mana Pak? ” tanyaku ke tukang cucur di sebelahnya.

“Oh, lagi sholat maghrib Pak. Dah dari tadi, bentar lagi datang” , jawabnya.

Sehubungan ini pesenan orang rumah, terpaksalah menunggu agak lama, kalo untuk diri sendiri mah sudah saya tinggal langsung.

Sedikit terlintas dalam hati, betapa banyak potensi pembeli yang akan hilang, kalo ditinggal lama begini.

Tak berapa lama datanglah tukang ketoprak tersebut,

“Beli ketoprak Pak satu”. Ucapku.

Baca Juga: Renungan Hidup “Sawang Sinawang”: Selain Allah Kehidupan Dunia Itu Tiada yang Pasti

Entah mengapa, tiba2 berubah pikiran, ” dua deh Pak”.

Kemudian datanglah beberapa orang yang antri ingin beli ketoprak. Entah darimana mereka, tadi saya menunggu sendiri ga ada orang lain, tiba2 mereka datang memesan ketoprak .

Masyaallah, tidak sedikit pedagang yang rela meninggalkan sholat demi menjaga dagangannya yang belum tentu ada orang beli. Apalagi jika pelanggan sedang ramai. Atau mungkin pegawai2 kantoran, rela menunda2 sholat bahkan meninggalkan sholat hanya karena alasan sibuk kerja, meeting dan lain sebagainya. Mereka (dan juga kita) seakan lupa kalo Allah lah yang mengatur rezeki.

Tukang ketoprak ini, dengan yakinnya meninggalkan jualannya tuk sholat, seakan-akan ia lari meninggalkan rezekinya, sekembalinya dari sholat ternyata rezeki datang bak lebah mengerumuni bunga. Bahkan Allahpun menggerakkan hati saya sendiri untuk membeli lebih dari yang seharusnya.

Sungguh benar perkataanmu wahai Nabiku,

Baca Juga: Doa-doa Meminta Ampunan: Syair-syair Doa (Malam) yang Dilupakan, Wahai Tuhanku ! Aku Bukanlah Ahli Surga, tapi Aku Tidak Kuat Dalam Neraka

لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت

“Kalaulah anak Adam lari dari rezekinya sebagaimana ia lari dari kematian, niscaya rezekinya akan mengejarnya sebagaimana kematian itu akan mengejarnya.”

[HR Ibnu Hibban No. 1084. Hadits hasan dalam Silsilah al-Ahadiits ash-Shahihah no. 952.]

Kisah inspirasi ini mengingatkan kepada seluruh umat Islam bahwa riski hanya di tangan Allah. Tak pantas kita gantungkan kepada makhluk-Nya.

Keyakinan pada Allah akan jatah riski kita tercermin dari sikap profesional dalam bekerja. Menempatkan bekerja secara proporsional akan mendatangkan barakah besar dari Allah SWT. BACA JUGA:

[M. Anis – WartaSolo.com]

Share: