Sleep Apnea Bukan Hal Sepele, Pastikan Dulu Lewat Pemeriksaan!

Dengkur keras dan badan yang tetap lelah setelah tidur cukup sering dianggap hal biasa. Anggapan itu membuat banyak orang menunda pemeriksaan.
Padahal pada sebagian kasus, penyebabnya adalah sleep apnea. Karena gejalanya berlangsung saat tidur, penderita sering hanya merasakan lelah dan kantuk di siang hari.
Keluhan seperti itu mudah dikaitkan dengan pekerjaan yang menumpuk atau jam tidur yang berantakan. Tidak sedikit pula yang sudah terbiasa mendengkur sehingga merasa tidak ada yang perlu dipersoalkan.
Kenapa Sleep Apnea Tidak Boleh Dianggap Remeh?
Pada sleep apnea, napas berhenti lalu mulai lagi berulang kali selama tidur. Penderita kadang terbangun mendadak seperti tersedak, sehingga tidur terasa panjang tetapi tidak menyegarkan. Orang di sekitarnya sering lebih dulu melihat tandanya, terutama dengkur keras dan napas yang terhenti sejenak.
Dampaknya bisa terasa pada aktivitas harian, jadi evaluasi tidak perlu menunggu keluhan menjadi berat. Gambaran yang lengkap sejak awal memudahkan dokter menyusun tindak lanjut.
Keluhan yang Layak Dicatat
Beberapa hal berikut patut dibicarakan dengan tenaga kesehatan, terutama bila muncul bersamaan.
- Dengkur keras yang terdengar hampir setiap malam
- Napas yang terhenti sebentar menurut orang yang melihat
- Terbangun mendadak dengan rasa tersedak
- Kantuk berlebihan di siang hari
Tidak semua orang yang mendengkur mengalami sleep apnea, jadi satu keluhan saja belum cukup untuk menyimpulkan. Pola secara keseluruhanlah yang dinilai dokter.
Catatan selama beberapa malam sudah cukup membantu. Jam tidur, seberapa sering terbangun, dan kondisi badan saat pagi memberi gambaran awal bagi dokter.
Kenapa Pemeriksaan Harus Datang Lebih Dulu?
Keluhan serupa bisa berasal dari gangguan tidur lain, jadi menebak sendiri berisiko keliru. Evaluasi membantu membedakannya dan menentukan pemeriksaan yang benar-benar sesuai.
Dokter menimbang keluhan, riwayat kesehatan, faktor risiko, dan pemeriksaan yang pernah dilakukan. Dari situ disusun rencana yang sesuai, termasuk faktor yang mungkin memperburuk kualitas tidur dan jadwal kontrol.
Godaan yang sering muncul adalah langsung mencari alat bantu sendiri. Alat seperti CPAP baru relevan bila hasil evaluasi menunjukkan perlunya terapi tekanan udara positif.
Salah satu pemeriksaan yang dapat disarankan adalah polisomnografi, yaitu rekaman pola napas, kadar oksigen, aktivitas jantung, dan gelombang otak selama tidur. Hasilnya membantu dokter menilai jenis serta tingkat masalah tidur.
Karena yang direkam adalah kondisi tubuh saat benar-benar tidur, hasilnya melengkapi cerita pasien dan catatan keluarga. Informasi itu sering menjadi pegangan saat dokter dan pasien membahas langkah berikutnya.
Setelah Diperiksa, Apa Langkah Selanjutnya?
Penanganan mengikuti hasil evaluasi dan kondisi masing-masing pasien. CPAP misalnya, mengalirkan udara lewat masker agar jalan napas tetap terbuka selama tidur.
Pilihan terapi tidak selalu berupa alat. Perubahan kebiasaan dan langkah lain juga dapat dipertimbangkan, sehingga dua pasien dengan keluhan serupa bisa mendapat rencana berbeda.
Masa awal pemakaian terapi biasanya butuh penyesuaian. Masker yang tidak pas atau mulut yang kering sebaiknya disampaikan ke dokter. Respons tiap orang berbeda, jadi kontrol berkala membantu menilai apakah pengaturan perlu diubah.
Cara pemakaian dan perawatan alat juga boleh ditanyakan langsung kepada tenaga kesehatan.
Bekal yang Membuat Konsultasi Lebih Terarah
Daftar obat yang sedang dikonsumsi, hasil pemeriksaan terdahulu, dan perubahan berat badan belakangan sangat membantu dokter. Semuanya bisa dicatat dalam satu lembar agar mudah dibawa.
Cerita dari orang serumah punya nilai tersendiri. Mereka bisa menggambarkan hal yang tidak mungkin diingat oleh orang yang sedang tidur. Mengajak mereka ikut berkonsultasi sering membuat informasi lebih lengkap.
Layanan untuk Keluhan Tidur di Persada Hospital
Sleep and Snoring Clinic di Persada Hospital melayani konsultasi lewat poliklinik rawat jalan, sedangkan pemeriksaan polisomnografi dilakukan melalui rawat inap. Klinik tersebut ditujukan bagi pasien dengan gangguan tidur dan turut memberi edukasi kepada keluarga. Susunan tim dokter, termasuk dokter dari bidang yang berkaitan dengan gangguan tidur, tercantum di halaman resmi.
Konsultasi awal menjadi tempat membahas dengkur, jeda napas yang pernah terlihat, atau kantuk yang mengganggu. Dari sana, dokter menentukan apakah pemeriksaan tidur diperlukan.
Poliklinik beroperasi Senin sampai Sabtu pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Jadwal dokter dan pendaftaran online bisa dicek lebih dulu, sedangkan kunjungan hari Minggu dapat ditanyakan lewat WhatsApp.
Untuk keluhan yang disertai gangguan napas berat atau kondisi darurat, pertolongan medis darurat perlu dicari segera tanpa menunggu jadwal poliklinik. Layanan darurat Persada Hospital dapat dihubungi di 0341 – 299 6299.
Butuh Informasi Sebelum Datang?
Jika masih ragu apakah keluhan tidur perlu diperiksa, atau ada hal yang ingin ditanyakan seputar jadwal dokter dan tahapan pemeriksaan, tim Persada Hospital siap menjawab lewat kontak berikut.
Persada Hospital
Kompleks Araya Bussiness Center
Jl. Raden Panji Suroso Kav. II-IV, Kel. Purwodadi, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur
Telp.: 0341 – 299 6333
WhatsApp: 0811 3058 8585
Email: [email protected]
