Sehat & Cantik

Checklist Perawatan Kulit untuk Pendaki, dari Packing sampai Turun Gunung

Share:

Saat menyiapkan carrier, kebanyakan pendaki sibuk mengecek jas hujan, headlamp, dan logistik. Perawatan kulit jarang masuk daftar. Baru setelah turun, ketika pipi perih, bibir pecah, dan hidung mulai mengelupas, orang sadar bahwa wajah ikut bekerja keras sepanjang pendakian.

Kulit memang menghadapi banyak hal di gunung. Makin tinggi lokasinya, paparan sinar UV cenderung makin kuat dan udara terasa makin kering. Angin menerpa wajah sepanjang jalur terbuka, sementara keringat dan debu menempel seharian.

Sejumlah brand lokal mulai menyasar kebutuhan ini, salah satunya Summit Glow, brand skincare outdoor dari PT Rayo Oksa Kencana yang dijadwalkan soft launch pada 10 Oktober 2026. Apa pun produknya, kebiasaan dasarnya tetap sama.

Sebelum Berangkat

Mulai dari kondisi kulit sendiri. Kalau wajah sedang iritasi atau jerawat meradang, tunda dulu bahan aktif yang kuat. Hari keberangkatan juga bukan waktu yang pas untuk mencoba produk baru, karena reaksi kulit di jalur sulit ditangani.

Seminggu sebelumnya, biasakan membersihkan wajah dua kali sehari dan memakai pelembap secara teratur. Kulit yang sudah terhidrasi lebih siap menghadapi angin dan udara kering. Produk yang akan dibawa sebaiknya dicoba beberapa hari lebih awal, termasuk tabir surya, sebab ada yang terasa lengket atau membuat mata perih saat berkeringat. Setelah cocok, pindahkan ke wadah kecil agar tidak menambah berat tas.

Perhatikan juga jenis kulit. Kulit berminyak biasanya butuh pelembap bertekstur ringan, sedangkan kulit kering lebih nyaman dengan yang agak kaya. Pendakian dengan jalur panjang dan matahari terik umumnya lebih menguras kulit daripada tektok singkat, jadi sesuaikan jumlah perbekalan dengan lama perjalanan.

Isi minimal yang layak masuk carrier:

  • tabir surya
  • pelembap
  • lip balm
  • pembersih wajah yang lembut
  • tisu basah tanpa pewangi atau face mist ukuran kecil
  • buff dan topi lebar sebagai pelindung tambahan

Semuanya terlihat sepele, tapi justru yang paling sering tertinggal saat packing menjelang subuh.

Saat di Jalur

Oleskan tabir surya sebelum mulai berjalan, lalu ulangi tiap beberapa jam, terutama setelah banyak berkeringat. Telinga, tengkuk, dan punggung tangan sering terlewat. Pilih SPF 30 ke atas, dan jangan berharap satu kali oles cukup untuk seharian. Buff dan topi lebar membantu mengurangi paparan, terutama di jalur terbuka.

Udara dingin kerap membuat orang merasa tidak perlu tabir surya. Padahal awan tipis tidak sepenuhnya menahan UV, dan jalur tanpa naungan tetap membuat wajah terpapar. Cuaca sejuk bukan alasan untuk melewatkannya.

Kacamata hitam juga layak dibawa. Area di sekitar mata sensitif terhadap silau dan angin, dan pantulan sinar matahari dari tanah terbuka atau lautan awan bisa terasa menyilaukan. Selain melindungi mata, kacamata membantu wajah tidak terus-menerus menyipit.

Jangan lupa minum. Kulit yang kekurangan cairan lebih mudah kering dan perih. Oleskan lip balm setiap istirahat, karena bibir paling cepat pecah oleh angin. Di pos, segarkan wajah dengan face mist atau tisu basah, cukup diusap pelan tanpa digosok.

Malam di tenda, usap wajah dengan tisu basah untuk mengangkat keringat dan debu, lalu pakai pelembap tipis, bisa dari produk harian maupun skincare untuk pendaki berukuran kecil. Kulit yang dibiarkan kotor semalaman lebih rawan iritasi.

Setelah Turun Gunung

Sesampainya di basecamp atau rumah, bersihkan wajah dengan lembut. Sisa tabir surya, keringat, dan debu perlu diangkat, tapi jangan digosok keras karena kulit sedang sensitif. Tunda scrub, eksfoliasi kuat, dan air panas selama beberapa hari.

Sesudah bersih, kulit butuh pelembap untuk memulihkan lapisan pelindungnya. Summit Glow, misalnya, menyiapkan tiga produk untuk soft launch di Shopee dan TikTok Shop, yaitu Ascendant Moisturizer sebagai pelembap, Summit Breeze Face Mist sebagai penyegar, dan Doux Facial Cleanser sebagai pembersih. Seperti produk apa pun, tetap perlu dicoba dulu sesuai kondisi kulit masing-masing.

Dalam beberapa hari pertama, pakai pelembap lebih sering dari biasanya, terutama setelah mencuci muka. Jangan lupa tetap mmakai tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan, karena kulit yang baru terpapar berat lebih mudah bereaksi terhadap sinar matahari.

Kalau kulit mengelupas beberapa hari setelah turun, jangan panik. Biarkan lepas sendiri, jangan dikelupas paksa, dan fokus menjaga kelembapan. Tidur cukup dan banyak minum membantu pemulihan. Bila kulit terbakar parah, melepuh, atau perihnya tak kunjung reda, periksakan ke dokter.

Perawatan kulit saat mendaki tidak perlu rumit. Siapkan sebelum berangkat, lindungi selama di jalur, dan pulihkan setelah turun. Dengan begitu, yang dibawa pulang dari gunung cukup cerita dan foto puncak, bukan kulit yang perih dan mengelupas.

Share: