WartaSolo.com – Secara resmi pihak Kedutaan Besar Ukraina di Indonesia, mendesak seluruh anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan agresi Rusia terhadap wilayah Crimea, di Ukraina.

Pihak Kedubes Ukraina menyebutkan surat tersebut kepada Perwakilan Tetap Ukraina di PBB Yuriy Sergeyev. Mereka meminta agar Dubes Sergeyev menyampaikan desakan untuk menghentikan intervensi militer yang dilakukan oleh Rusia tersebut kepada seluruh anggota PBB dan misi lainnya, serta Sekjen PBB.


Dalam website resminya, Senin (3/3/2014), Kedubes Ukraina menegaskan bahwa tindakan oleh Federasi Rusia adalah bentuk agresi terhadap Ukraina. Hal ini merupakan bentuk pelanggaran terhadap hukum internasional, yang menimbulkan ancaman atas kedaulatan dan integritas negara Ukraina dan juga perdamaian dan stabilitas seluruh wilayah.


Selain itu, sebagaimana dikutip Warta Solo dari laman Okezone, Senin (3/3/2014) Kedubes Ukraina juga menambahkan bawah Federasi Rusia menolak untuk memenuhi kewajibannya sebagai penjamin dari Ukraina, yang diatur dalama Memorandum Budapest. Memorandum yang disepakati pada 1994 tersebut, mewajibkan Rusia dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB untuk menjaga mereka dari ancaman kekuatan yang menganggu integritas wilayah Ukraina.

Rusia juga dinilai menolak dengan resmi pengajuan Ukraina untuk mengadakan konsultasi bilateral. Padahal, pengajuan itu sesuai dengan Traktat Persahabatan, Kerja Sama antara Ukraina dan Federasi Rusia yang disepakati 1997.

Disisi lain, menghadapi pengumuman intervensi militer Rusia, Pemerintah Rusia meminta untuk diadakannya pertemuan terbuka DK PBB untuk menghentikan agresi. Selain itu, Ukraina juga mendesak negara penjamin Memorandum Budapest seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, Prancis, dan China untuk bertindak secepatnya mencegah intervensi militer Rusia.