WartaSolo.com – Museum batik Danar Hadi merupakan museum semua koleksi Batik Danar Hadi baik itu yang diperoleh dari hasil batik Danar Hadi dan juga dari seorang kurator Museum Troupen Belanda. Museum ini resmi didirikan pada tanggal 20 Oktober 2000, yang telah diresmikan oleh Megawati Soekarno Putri dengan nama Galeri Batik Kuno Danar hadi yang kemudian berubah nama menjadi Museum Batik Danar Hadi.

Museum yang sudah hampir 14 tahun berdiri ini didirikan oleh H. Santoso Doellah dan juga istrinya ibu Santoso Doellah yang tak lain adalah pemilik dari perusahaan Batik Danar Hadi. Museum ini merupakan bentuk sumbangsih beliau terhadap seni tradisional yang terkenal sebagai ungkapan kehidupan serta filosofi budaya jawa. Beliau sangat prihatin terhadap perkembangan dan pelestarian seni kerajinan batik di Indonesia dan Dunia, yang semakin lama semakin mundur.


Museum batik Danar dadi dalam

Museum Batik Danar Hadi memiliki berbagai macam koleksi batik yang sudah tertata rapi sesuai dengan jenisnya. Koleksi tersebut antara lain ada batik Belanda, Batik Cina, Batik Jawa, Hakokai, Batik pengaruh India, Batik Karaton, Batik pengaruh Karaton, Batik Saudagaran, Batik Petani, Batik Indonesia dan Batik Danar Hadi. Koleksi ini tidak selamanya terpajang, batik ini masih dirawat dengan baik. karena setiap tujuh sampai sembilan bulan sekali, koleksi-koleksi pajangan ini diganti.

Ada lebih dari 10.000 potong kain batik yang dikumpulkan dalam 30 tahun lebih, dimana 1.500 potong diantaranya merupakan koleksi pribadi seorang kurator museum Troupen Belanda. Ada pula batik Kuno yang terkenal dibuat khusus untuk kaum waja atau bangsawan. Dimana batik tersebut memiliki motif khusus, yang dilarang digunakan kaum awam, yakni Batik Parang Barong, Udan Liris, Semen Ageng dan Semen Gurda. Maka dari itu motif batik tersebut dianggap sakral, yang diperoleh langsung dari empat istana di Solo dan Yogyakarta yakni Keraton Kasunanan Surakarta, Keraton Kasultanan Yogyakarta, Pura Mangkunegaran serta Pura Pakualaman. Museum Batik Danar Hadi bisa dikatakan sebagai museum batik terlengkap di dunia.

Tidak hanya melihat koleksi batik, di Museum ini anda juga dapat belajar untuk dapat membuat kain batik sendiri. Dimana museum ini memiliki paket workshop pembuatan batik tulis satu warna selama lima hari. Ada juga pajangan alat untuk membatik seperti cating, kain mori, dan alat cap batik. Dan anda juga dapat melihat proses kain mori putih, mulai digambar sketsa sampai menjadi batik tulis.

Saat belajar membatik, anda akan dipandu dengan pemandu yang sabar mengajari. Sudah disediakan kain mori putih yang diberi sketsa gambar bunga-bunga. Bahan cairan malam sudah dipanaskan dan canting telah disiapkan. Canting dicelup di malam kemudian canting ditiup barulah dimainkan mengikuti motif batik di kain mori yang sudah disiapkan. Membatik memerlukan kesabaran dan ketekunan biar hasil yang didapat bagus.

Ternyata membuat batik itu tidaklah mudah, perlu waktu yang lama untuk membuat batik tulis, maka dari itu harga batik tulis terbilang cukup mahal. Untuk membatik kain panjang 3 meter, membutuhkan waktu satu bulan untuk membuat batik secara tulis.

Alamat Lokasi Museum

Museum Batik Danar Hadi
Alamat: Jl. Slamet Riyadi No. 261, Solo
Jam operasional: setiap hari pk 10.00 – 17.00 WIB
Telepon: +62 271 714326

Buka setiap hari dari pukul : 10.00 – 17.00 WIB
Kecuali 1 Januari, 17 Agustus dan hari besar agama Islam (idulfitri)

Tiket Masuk
Masyarakat Umum Rp 25.000,-
Pelajar Rp 15.000,-