Boyolali, WartaSolo.com – Hujan deras disertai angin yang melanda Boyolali Jumat kemarin (28/02/2014) ternyata menyebabkan tanah longsor di sejumlah titik di jalur wisata Solo – Selo – Borobudur. Akobat peristiwa tersebut, Jalur SSB sempat diberlakukan sistem buka tutup.

Berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari pelbagai sumber, hujan deras disertai angin melandi wilayah Boyolali mulai pukul 10.30 dan baru berakhir pada sore hari. Akibat derasnya hujan yang mengguuyur, terjadi tanah longsor di beberapa titik jalur wisata SSB dan yang paling parah adalah di tikungan Irung Petruk.


Peristiwa tanah longsor ini diketahui terjadi pada pukul 11.30 dan daerah tikungan Irung Petruk yang terletak di Desa Genting, Kecamatan Cepogo ini menjadi titik yang paling parah karena longsoran tanah telah menutup hampir separuh badan jalan, serta membuat beberapa kendaraan tidak bisa lewat.

Longsoran yang terjadi di tikungan Irung Petruk ini berasal dari tebing sebelah barat yang tak kuat menahan derasnya hujan. Tebing yang longsor tersebut setinggi hampir 10 meter dengan lebar lima meter. Akibat peritiwa ini, lalu lintas id jalur SSB diberlakukan sistem buka tutup.

Mengetahui tanah longsor yang terjadi, warga kemudian bergotong-royong untuk membersihkan material longsoran setelah hujan reda. Beruntung, peristiwa ini tdak memakan korban karena saat itu tidak ada kendaraan yang melintas. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh Kapolsek Cepogo, AKP Bambang Rusito, yang mengatakan saat ini yumpukan material sangat banyak dan baru besok Sabtu bisa diselesaikan.

Selain di tikungan Irung Petruk, tanah longsor juga terjadi di jalan raya yang menghubungkan Kecaamatan Cepogo dengan Kecamatan Ampel, tepatya di jembatan mati Desa Tumang yang berada di sebelah utara Gunung Sentir.

Seperti yang dilansir dari Timlo pada Sabtu (01/03/2014), saat ini jalur wisata SSB sudah dapat dilalui, sedangkan jalur Cepogo – Ampel masih dalam proses pembersihan material longsoran.