Boyolali, WartaSolo.com – Penyakit misterius yang sampai saat ini belum teridentifikasi telah menyerang tanaman padi yang berlokasi di Desa Temon, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Penyakit misterius tersebut mengakibatkan tanaman padi menjadi kering dan bulirnya menjadi kosong.

Petani di Desa Temon tampaknya terancam gagal panen akibat serangan penyakit misterius tersebut. Tak hanya membuat tanaman padi menjadi kering, tetapi juga membuat bulir-bulir padi menjadi kosong. Sampai saat ini belum diketahui pasti penyakit apa yang menyerang tanaman padi di Kecamatan Simo sejak dua tahun terakhir ini.


Para petani sudah melapor ke Dinas Pertanian setempat untuk mendapatkan bantuan penanganan atau setidaknya dapat mengidentifikasi penyakit tersebut. Namun, jawaban dari Dinas Pertanian setempat masih belum memuaskan dan penyakit yang menyerang tanaman padi mereka tetap misterius.

Serangan penyakit tersebut kabarnya muncul secara acak dan tidak diketahui asalnya. Penyakit tersebut berpindah-pindah dari petak sawah satu ke petak lainnya, sehingga hal ini sulit diprediksi dan membuat petani bingung. Para petani sudah melakukan pelbagai cara untuk mengatasi masalah penyakit tersebut, yakni mengganti bibit, pupuk, dan diberi aneka obat, tetapi hal tersebut tidak membuahkan hasil.

Pihak Dinas Pertanian sendiri telah memberikan beberapa jenis obat untuk menangkal penyakit tersebut, tetapi hasilnya tidak memuaskan. Para petani sendiri menjuluki penyakit tersebut dengan nama padi bunuh diri, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Jumat (28/02/2014).

“Kalau petani menyebut penyakit ini pari kecekak atau padi bunuh diri. Kami sudah ganti bibit, memberi berbagai obat yang diberikan dinas, tapi hasilnya tetap sama. Padi masih terserang penyakit tersebut. Akibat penyakit misterius ini, jelas kami sangat terbebani karena padi ditanam sepanjang tahun,” kata Magimin (60), salah seorang petani dari Dusun Ngrandu, Desa Temon, Kecamatan Simo, Boyolali.