WartaSolo.com – Warga suriah layaknya sudah jatuh tertimpa tangga, sudah mengalami konflik yang begitu lama tak ujung selesai kini masalah datang lagi melalui penyakit yang sangat mematikan yakni flu babi. Setidaknya sebanyak 19 warga meninggal akibat flu babi tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan Suriah yakni Saad An-Nayef, Flu babi menewaskan kurang lebih 19 warga Suriah terutama di Provinsi Hama, Suriah Tengah. Ke 19 warga tersebut merupakan bagian dari 59 orang yang diduga tertular flu babi.


Sebenarnya wabah flu babi muncul di Suriah sejak 2009 lalu, namun kembali memburuk pasca konflik yang terjadi di negara tersebut yang mengakibatkan banyak warga meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang aman namun pada kenyataanya tidak aman buat kesehatan.


Seperti dikutip WartaSolo dari Xinhua, Kamis (27/02/2014) sejak flu babi menyebar Kementerian Kesehatan telah memerintahkan pemberian vaksin H1N1 untuk semua pekerja kesehatan di unit perawatan intensif dan pada kategori beresiko tinggi.

Di Suriah sendiri 80 persen orang yang diduga terinfeksi flu babi berusia antara 15 dan 50 tahun, dan 60 persen di antara mereka adalah perempuan. hal tersebut disampaikan oleh Kanaz Sheikh, Direktur Unit Penyakit Kronis dan Menular di Suriah. Beliau juga mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan di Damaskus akan menerima 100.000 vaksin dari Rusia.