Karanganyar, WartaSolo.com – Chikungunya dikabarkan mulai menyerang Karangnyar dan diketahui 127 warga telah terserang penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk tersebut sejak Januari hingga akhir Februari 2014 ini. Warga Karangnyar yang terserang chikungunya ini tersebar di beberapa wilayah di Kabuoaten tersebut.

Hal ini senada dengan data yang diungkapkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar yang telah mencatat setidaknya terdapat 127 kasus serangan penyakit chikungnya. Puluhan warga yang terserang chikungunya tersebut tumbang dan membutuhkan perawatan medis.


Berdasarkan informasi dari Fatkhul Munir, Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L), persebaran penyakit chikungunya yang disebabkan oleh nyamuk ini ada di delapan Kecamatan, yakni Kecamatan Karanganyar, Jaten, Jumapolo, Jumantono, Tasikamadu, Gondangrejo, dan Colomadu.

“Hingga tanggal 24 Februari tercatat 127 kasus Chingungunya. Paling banyak di Jumantono sebanyak 49 kasus,” kata Fatkhul Munir.

Sejauh ini penyakit chukungunya yang menyerang puluhan warga Karanganyar ini tidak sampai menelan korban jiwa. Namun, penyakit chikungunya ini sangat mengganggu aktifitas pasien. Tak hanya itu, di beberapa wilayah terjadi peningkatan secara signifikan dan hal ini terus dipantau oleh Dinkes.

Tingginya peningkatan kasus chikungunya ini membuat Dinkes Karanganyar mewaspadai Kejadian Luar Biasa (KLB) chikungunya yang sebelumnya pernah terjadi di desa Ngasem, Colomadu. Meski demikian, pihak Dinkes tidak menganjurkan untuk melakukan pengasapan atau fogging karena kandungan pestisidanya juga berbahaya bagi Manusia.

Pihak Dinkes mengatakan bahwa tak ada cara yang benar-benar ampuh untuk mengatasi serangan chikungunya ini selain menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Seperti yang dilansir dari KR Jogja (26/02/2014), pihaknya meminta warga untuk menggiatkan kembali 3M untuk mengurangi populasi nyamuk chikungunya.