Kuala Lumpur,WartaSolo.com – Seorang pekerja asal Indonesia yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) dilaporkan telah membunuh dua orang anak majikanya, sebelum melakukan bunuh diri di Malayia. Kedua anak yang menjadi korban merupakan seorang bayi laki-laki berumur 18 bulan serta kakak tirinya, seorang anak laki-laki berumur 5 tahun.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh nenek korban, dimana saat pulang ke rumah di sungai buloh pada hari Selasa, 25 Februari sekitar puluk 19.35 waktu setempat.


Kedua bocah tersebut biasanya ditinggal oleh sang nenek dan orang tua mereka bekerja di restoran milik keluarga. Saat ditinggal keduanya diasuh oleh PRT yang diidentifikasi bernama Agnes.

Pada saat kejadian, Sang nenek menemukan bayi bernama Melvin Selvan Joseph dan Agnes tergeletak di dapur dengan leher tergorok. Tiga pisau berlumuran darah ditemukan di dekat jasad mereka. Sang nenek pun menelepon polisi.

Menurut keterangan dari kepolisian Sungai Buloh Superintendent Junaidi Bujang Seperti dikutip lansir dari New Straits Times, Rabu (26/2/2014), mengatakan tim polisi datang ke lokasi dan menemukan jejak darah mulai dari dapur ke kamar di lantai atas. Di sana, polisi menemukan jasad bocah 5 tahun, Koay Jia Hiong yang masih memegang remote control televisi.

Masih menurut Junaidi, hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya pemaksaan masuk ke rumah tersebut. Dengan analisa ini polisi meyakini bahwa kasus ini merupakan pembunuhan dan bunuh diri yang dilakukan TKI tersebut.

Junaidi mengatakan, Agnes yang berumur 30-an tahun itu bekerja tanpa mengantongi izin meskipun dia telah bekerja untuk keluarga tersebut selama 1,5 tahun. Menurut keluarga tersebut, Agnes selama ini terlihat penyayang dan baik dengan anak-anak. TKI itu juga tak pernah bikin masalah.

Kepolisian meyakini, Agnes membunuh Koay lebih dulu sebelum menggorok leher Melvin. Setelah itu, Agnes pun menggorok lehernya sendiri.

Ketiga jasad telah dikirim ke rumah sakit Sungai Buloh Hospital untuk diautopsi. Belum diketahui apa yang mendorong perbuatan TKI tersebut.