WartaSolo.com – Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) yang juga Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Upik Ruslina Wasrin menyatakan bahwa produksi beras nasional diperkirakan akan tetap meningkat selama 2010-2014 sehingga posisi surplus 10 juta ton akan tercapai, meski setiap tahun ada penyusutan lahan untuk pemukiman dan industri. Hal tersebut disampaikan Upik dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin (24/2/2014).

Sebagaimana dikutip Warta Solo dari laman ANTARA News, Rabu (26/2/2014), Upik menjelaskan bahwa pada 2013 penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 235 juta orang dan membutuhkan beras sebanyak 235 juta x 139 kg/orang, sekitar 32.665 juta ton. Sementara itu, target peningkatan produksi pada 2013 sebanyak padi 72 juta ton GKP (Gabah Kering Panen) padi atau setara 39.600.000 ton beras, sehingga secara teori sudah melebihi kebutuhan.



Fakta di lapangan lapangan memperlihatkan bahwa pada 2013 hanya 69,27 juta ton atau setara 38.098.500 ton beras, tambahnya, meskipun demikian tetap dapat mencapai swasembada. Sedangkan target 2014, sebesar 43.046.000 ton beras untuk kebutuhan yang hanya 33.013.000 ton.

Lanjut Upik, ini berarti masih akan ada surplus sebesar 10 juta ton beras. Dengan demikian dapat dikatakan swasembada beras sudah tercapai di tahun 2010-2014 ini.

Ia juga menegaskan, bahwa surplus 10 juta ton sebagai antisipasi kenaikan penduduk yang tiga persen dari 235 juta masih sangat mencukupi. Masih menurut Upik, selama Indonesia mengalami surplus beras, seharusnya tidak boleh ada impor beras, baik legal ataupun ilegal, karena hanya akan menjatuhkan harga beras hasil produksi petani Indonesia.

Semoga saja pemerintah mencermati apa yang telah disampaikan oleh Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) ini, sehingga Indonesia dapat mengalami surplus beras.