Boyolali, WartaSolo.com – Badan Pengawas Pemili (Bawaslu) dikabarkan tengah menyoroti netralitas PNS Kabupaten Boyolali. Tampaknya Bawaslu melihat indikasi adanya oknum-oknum PNS di Kabupaten Boyolali dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) yang akan digelar pada 9 April 2014 mendatang.

Bawaslu juga menekan Panwaslu Kabupaten Boyolali agar lebih serius untuk mengawasi netralitas PNS yang ada di wilayahnya. Hal ini dimaksudkan agar PNS di Kabupaten Boyolali tetap netral dan tidak terlibat kampanye calon legislatif setempat.


Hal senada diungkapkan oleh Taryono selaku ketua Panwaslu yang mengaku mendapatkan instruksi dari Bawaslu untuk lebih serius mengawasi netralitas PNS di wilayah Kabupaten Boyolali. Panwaslu Boyolali juga diminta tegas dan menindak terhadap oknum PNS yang diketahui tidak netral.

“Kita diminta untuk lebih serius mengawasi dan melakukan penindakan terhadap PNS yang tidak netral,” ungkap Ketua Panwaslu Kabupaten Boyolali, Taryono, Senin (24/2).


Taryono menambahkan bahwa timnya telah melakukan pengawasan ketat dan pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sembilan oknum PNS yang diindikasikan tidak netral. Namun, hasil penyelidikan yang yang dilakukan Panwas belum membuahkan hasil. hal ini disebabkan oleh penyelidikan yang masih terkendala bukti dan saksi.

Sebagai contoh kasus yang terjadi di Kecamatan Karanggede juga terkendala saksi dan bukti. Ada sekitar 15 lebih saksi terkait indikasi keterlibatan oknum PNS yang merupakan sebuah bentuk pelanggaran Pemilu. Kasus ini pun akhirnya terhenti karena 15 saksi yang dipanggil tidak ada yang datang untuk memberikan keterangan.

Terlepas dari masalah atau kendala yang terjadi, Taryono mengatakan bahwa pihaknya akan serius menindaklanjuti instruksi dari Bawaslu dengan merekomendasikan Sekda untuk menginsruksikan pada para PNS Boyolali agar senantiasa menjaga netralitas saat Pemilu, seperti yang dikutip dari Timlo (25/02/2014).