Sukoharjo, WartaSolo.com – Sejumlah petani di wilayah Kabupaten Sukoharjo mulai memanfaatkan abu vulkanik letusan gunung Kelud sebagai pupuk untuk lahan pertanian dengan harapan dapat menyuburkan tanah. Banyak petani yang meyakini bahwa selain menyuburkan tanah, abu vulkanik juga dapat meningkatkan hasil panen mereka.

Tak selamanya abu vulkanik mengganggu kehidupan manusia karena sebenarnya debu hasil letusan gunung berapi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanah. Beberapa petani mulai mengumpulkan abu vulkanik dan dimasukkan dalam karung.


Sebelumnya banyak petani di Kabupaten Sukoharjo yang khawatir dampak abu vulkanik letusan gunung Kelud yang menutupi tanaman padi di sawahnya yang terjadi pasar Jumat (14/02/2014) lalu karena tanaman padi yang mereka tanam sudah mulai mengeluarkan bulir. Para petani tersebut khawatir akan gagal panen akibat hujan abu tersebut. Kini rasa khawatir tersebut perlahan sirna dan banyak petani yang mulai mengumpulkan abu vulkanik untuk dimanfaatkan sebagai pupuk.

“Usai letusan, kondisi abu masih bersifat panas dan belum berani memakai meski sudah tahu kalau itu bisa menyuburkan tanah, dan baru saya gunakan sekarang sebagai pupuk. Saya simpan dulu dalam karung bisa suhunya netral setelah satu minggu kemudian saya sebar ke sawah,” kata Wiyono, salah satu petani di Kabupaten Sukoharjo.

Awalnya Wiyono sempat khawatir dengan keadaan lingkungan yang kotor dan berdebu. Bahkan, kegiatannya mengumpulkan abu vulkanik ini sempat digunjing warga lain, tetapi tak lama para petani lainnya mengikuti. Hal ini juga diamini oleh Sugeng yang juga petani Sonorejo, Sukoharjo.

“Sejak jaman nenek moyang dulu abu vulkanik dari letusan gunung itu bisa menyuburkan tanah, jadi bersyukur bisa mendapat gratis dalam jumlah banyak untuk pupuk di tanaman padi di sawah. Sekarang sawah sudah siap tanam padi, mudah mudahan bisa panen banyak dan tidak ada serangan hama,” kata Sugeng.

Samidi, Koordinator Pengamat Hama dan Penyakit (PHP) Dinas Pertanian (Dispertan) Sukoharjo, mengakui bahwa abu vulkanik dapat menyuburkan tanah, seperti yang dilansir dari KR Jogja (25/02/2014).