WartaSolo.com – Dibalik isu negatif mengenai adanya penyelewengan dana pengadaan e-KTP, ternyata ada dampak positif tentang e-KTP. Dengan adanya pemberlakuan e-KTP seumur hidup itu berarti menghemat pengeluaran pemerintah hingga Rp. 4 Triliun. Ini dikarenakan setiap dari 191 juta penduduk Indonesia dikali Rp. 16.000 untuk biaya pembuatan KTP sebelumnya maka pemerintah mengeluarkan dana sebesar Rp. 4 Triliun per lima tahun.

“Pemberlakuan e-KTP seumur hidup dan tidak diperpanjang lima tahun sekali seperti sebelumnya dapat menghemat uang negara hingga Rp 4 triliun,” ungkap Mendagri, Gamawan fauzi.


Dengan penghematan dana tersebut, dana tersebut dapat dialokasikan untuk kepentingan yang lain tentunya yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini diungkapkan Mendagri saat menghadiri sosialisasi administrasi kependudukan di Aula Asrama Haji palembang kemarin (24/2).

Undang – undang Nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan menjadi landasan hukum pemberlakuan e-KTP. Undang – undang ini merupakan perubahan dari UU Nomor 23 tahun 2006.

Dengan pemberlakuan e-KTP ini tentunya akan bermanfaat bagi masyarakat karena database sidik jari dan rekaman mata penduduk sudah dikuasai negara serta dapat meminimalisir adanya tindak kejahatan, serta dapat mengatasi kejahatan karena sidik jari sudah terekam.