Klaten, WartaSolo.com – Bencana banjir di Klaten akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari terakhir ini membuat ratusan warga yang terkeda dampak mengungsi. Kabar terakhir menyebutkan bahwa para pengusngsi banjir Klaten ini mulai terserang penyakit gatal-gatal.

Banjir yang melanda beberapa daerah wilayah Kecamatan Gantiwarno, Wedi, Bayat, Trucuk dan Cawas ini diakibatkan oleh jebolnya beberapa tanggul di kali Dengkeng. Hal ini memaksa ratusan warga yang terkena dampak untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.


Kini para pengungsi banjir Klaten ini mulai terserang gatal-gatal dan flu. Hal ini diungkapkan oleh pengusngsu banjir Klaten dari Dusun Balong Kulon dan Balong Wetan, Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten. Penyakit yang menyetrang para pengungsi ini memang penyakit ringan yang biasa timbul saat bencana banjir, tetapi hal ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

Gatal-gatal ini dirasakan menyerang bagian kaki, terutama betis. Saat ini banjir yang melanda beberapa wilayah di Klaten ini memang telah surut, tetapi keadaan rumah para korban banjir ini masih becek dan berlumpur.

“Kemarin sore mulai gatal-gatal, terutama pada jari-jari kaki. Kemungkinan karena seringnya terkena air banjir saat menengok rumah,” kata salah satu warga, Harmu (45).

Petugas kesehatan yang berasal dari Puskesmas Gantiwarno, dr. Anita Nuke, mengungkapkan bahwa gatal-gatal yang menyerang pengusungsi banjir ini memang dirasakan oleh sebagian besar korban banjir. Hal ini diakibatkan oleh seringanya warga berinteraksi dengan genangan air banjir. Tak hanya itu, beberapa pengungsi banjir ini juga mulai terserang flu.

“Warga gatal-gatal karena terkena genangan air yang kotor. Mereka yang merasakan gatal-gatal dan flu langsung kami tangani dengan memberikan obat,” kata  dr. Anita Nuke, seperti yang dilansir dari KR Jogja (24/02/2014).