WartaSolo.com – Bencana alam meletusnya Gunung Kelud masih menyisakan dampak yang cukup merepotkan, salah satunya adalah abu vulkanis yang membuat tempat wisata Candi Borobudur ditutup hingga sepekan lamanya. Setelah sepekan ditutup karena dalam masa pembersihan akhirnya Candi Borobudur kembali dibuka namun dengan area terbatas untuk wisatawan.

Pangga Ardiansyah selaku Koordinator Pemanfaatan dan Layanan Masyarakat Balai Konservasi Borobudur menyatakan bahwa proses pembersihan abu vulkanik Gunung Kelud sudah hampir selesai bahkan sudah mencapai 80%. Kemungkinan baru sepekan yang akan datang pengunjung bisa mengunjungi Candi Borobudur secara maksimal.


Pembersihan Candi Borobudur sendiri setiap harinya melibatkan 200 orang hingga 300 orang sukarelawan dari kalangan umat Buddha, karyawan hotel, pemandu wisata, pedagang asongan, pelajar, dan para turis.

Rencananya pembersihan dengan melibatkan para sukarelawan akan dihentikan pada Selasa (25/2/2014), namun sukarelawan yang datang akan tetap diterima dan akan dialihkan ke candi-candi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang proses pembersihannya belum maksimal.

Seperti diketahui Candi Borobudur merupakan tempat wisata yang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan baik dari lokal maupun manca negara. Jika kondisi normal, pada akhir pekan selalu ada 5.000-10.000 pengunjung yang datang ke Borobubur dan pada hari-hari biasa berjumlah 2.000-3.000 pengunjung

Dengan dibukanya kembali wisata Candi Borobudur diharapkan aktifitas di tempat wisata tersebut akan kembali normal seperti biasanya, karena beberapa hari sebelumnya banyak turis dan wisatawan yang agak kecewa karena tidak bisa berlibur di tempat wisata yang menjadi salah satu kebanggaan Indonesia.