WartaSolo.com – Dalam acara Grand Opening Wedangan Rumah Nenek yang beralamat di Jalan Sidoluhur 58 kampung Batik Laweyan Solo pada Minggu malam (22/12) ada acara yang tidak biasa digelar yakni adanya Fashion Show. Acara Fashion Show ini bukan sembarang  peragaan busana biasa, busana yang dikenakan para model merupakan motif tenun khas Solo yakni tenun goyor. Meskipun gaungnya tidak setenar batik baik itu dari segi warna dan kekeyaan motifnya, ditangan desainer kota Solo Uzie fauziah kain tenun ini mampu dibuat menjadi ragam motif pakaian tren saat ini.

Memang dalam kesempatan Grand Opening Wedangan Rumah Nenek ini, Uzie ingin memperkenalkan kembali motif kain tenun khas Solo yang hampir tidak pernah terdengar ini. Dengan mengkombinasikan kain tenun dengan batik yang memiliki beraneka ragam moyif dan warna, menghasilkan busana yang terlihat “apik” dan menarik. Seperti yang diungkap Uzie di akhir acara berikut ini.


“Sebenarnya Solo sendiri memiliki kain tenun khas. Namun, kalah pamor dengan kain batik. Maka dari itu, saya mencoba untuk mengeksplore kain tenun goyor ini dengan dipadu padankan dengan kain batik, supaya kain tenun yang dimiliki Kota Solo sejajar dengan kain tenun yang ada di nusantara, seperti di Bali ataupun Lombok,”

Uzie Fauziah yang merupakan pemilik gerai butik bernama Batik Damar Jati ini memang senang berkreasi dalam padu padan warna sehingga terlihat lebih menarik. Dan dalama peragaan kali ini, Uzie menggunakan warna – warna yang cerah seperti merah, hijau serta putih. dan untuk tambahan aksesorisnya, beliau menambahkan payet untuk menambah kesan glamour.

Alberto Fatah Yassin, yang tak lain adalah pemiliki Wedangan Rumah Nenek mengatakan bahwa kali ini memang sengaja menggandeng sejumlah rumah butik untuk ikut memeriahkan Grand Opening Wedangan Rumah Nenek karena laweyan sendiri terkenal dengan sentra industri batik dan juga banyak toko dibidang mode. Sehingga tempat ini dapat sebagai wadah mereka dalam memperkenalkan produk mereka.