Karanganyar, WartaSolo.com – Warga 6 desa di Kabupaten Karanganyar yang tinggal di bantaran sungai bengawan solo diminta mewaspadai luapan Sungai ini. Menurut keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar melaporkan wilayah di enam desa tersebut sudah terjadi tergenang akibat luapan Bengawan Solo. “14 orang dievakuasi tadi malam karena air sudah memasuki rumah dan sebuah masjid,” kata Kepala BPBD Karanganyar Aji Pratama Heru Kristianto.

Belasan warga serta harta benda mereka dievakuasi ke rumah-rumah yang tidak berjauhan dengan daerah yang rawan genangan.



Dikatakan Heru, sapaan akrabnya, ketinggian air mencapai 90 sentimeter sampai 1 meter. Lokasi rawan genangan terdeteksi di Desa Ngringo dan Sroyo (Kecamatan Jaten), Desa Waru dan Kemiri (Kecamatan Kebakkramat) dan Desa Kragan dan Karangturi (Kecamatan Gondangrejo). Dengan pemberlakuan siaga 1 serta kondisi cuaca yang ekstrem, sebanyak 162 personel dari BPBD dan relawan diminta siaga dan 110 personel diterjunkan ke enam desa tersebut.

Heru memastikan seluruh perlengkapan tersedia di tiga posko untuk berjaga-jaga apabila genangan kembali terjadi. Perlengkapan diantaranya perahu karet, tenda pengungsian dan logistik.

Menurut patauan tim WartaSolo hingga Minggu (23/2/2014) pagi, seluruh warga sudah kembali ke rumahnya dari pengungsian sementara. Heru mengatakan, siaga 1 cuaca ekstrem dijabarkan dalam penanganan longsor, angin ribut dan banjir.