WartaSolo.com – Beberapa wilayah di China dilanda polusi udara yang menyebabkan kabut tebal. Karenanya Negara tirai bambu tersebut telah mengirimkan tim penyidik ke kawasan paling parah dilanda polusi udara di negara tersebut. Hal ini dilakukan guna menghentikan kabut tebal yang melanda sekitar 15 persen dari wilayah negara itu, termasuk Beijing.

Dikutip Warta Solo dari laman ANTARA News, Senin (24/2/2014) menyebutkan bahwa dikirimnya dua belas tim pengawas akan menuju ke sejumlah kota, antara lain Beijing, kota terdekatnya, Tianjin dan provinsi Hebei, untuk melihat bagaimana pihak berwenang terkait menangani polusi udara terburuk dalam beberapa bulan ini.


Mereka akan mengunjungi lokasi konstruksi dan pabrik yang memproduksi produk-produk baja, kaca, semen dan batu bara, kata kementerian itu. Sementara itu, pihak yang terbukti melanggar standar produksi akan diumumkan secara publik.

Sebenarnya pihak berwenang telah mengeluarkan aturan dan kebijakan tak terhitung untuk mencoba dan membersihkan lingkungan, investasi dalam proyek-proyek untuk memerangi polusi dan memberdayakan pengadilan untuk menjatuhkan hukuman tegas. Namun karena penegakan hukum tidak merata di tingkat lokal, mengingat pihak berwenang sering mengandalkan pajak yang dibayar oleh industri yang menjadi menyumbang polusi. Sehingga aksi tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal.

Bahkan, kawasan di Beijing yang telah diselimuti asap putih selama sepekan, pihak berwenang menetapkan sistem peringatan polusi udara ke level “oranye” untuk pertama kalinya pada hari Jumat, setelah menuai kecaman publik atas respon yang tidak efektif. Level “oranye” adalah level tertinggi kedua dari sistem empat level, menganjurkan agar sekolah membatalkan kelas olahraga .

Selain itu, pihak terkait juga mengambil langkah-langkah darurat lainnya termasuk memotong penggunaan pribadi mobil hingga sekitar seperlimanya di Shijiazhuang, kota di dekat Beijing, kata kantor berita negara Xinhua. Pihak berwenang juga melarang barbecue dan menghentikan pekerjaan konstruksi.

Polusi udara di wilayah Cina mencapai ke level berbahaya sudah lazim terjadi. Bahkan, permasalah semacam ini telah memicu banyak kemarahan publik dan merupakan sumber kekhawatiran bagi pemerintah China sendiri. Mereka khawatirk setiap ketidakpuasan public akan dapat membahayakan stabilitas negara.