Karanganyar, WartaSolo.com – Ada sekitar 5.000 butir durian dijajakan di 60 stan dalam Festival Durian Karanganyar 2014 yang digelar di lapangan Desa Genegan Kecamatan Jumantono, Minggu (23/2/2014). Buah yang memiliki bau khas ini laris manis diborong pengunjung.

Festival ini menjadi salah satu ajang pertaruhan gengsi untuk para pemilik durian yang berkualitas di wilayah jumantono. Menurut keterangan dari Camat Jumantono, Timotius Suryadi mengatakan baha dalam Festival ini, salah satu Warganya, Darmi berhasil menyabet predikat pemilik dunian terbaik 2014. Dia berhasil mengalahkan 58 pesrta lomba.


Pemenang mendapatkan hadiah satu unit pesawat televisi, dan selain hadiah, dengan predikat pemenang lomba membuat hasil kebun darmin langsung dicari oleh pembeli. .“Para juri dari Dinas Pertanian dan Muspika. Penilaiannya berdasarkan ketebalan buah, warna dan rasa,” imbuh Kepala Desa (kades) Genengan, Samidi.

Festival Durian 2014 merupakan yang pertama kali digelar di Jumantono menyuguhkan hingga 5 ribu butir durian hasil kebun sendiri. Dalam kegiatan tersebut, panitia sengaja menjual jenis keping dan petruk untuk menaikkan pamor durian lokal.

Hasil pantauan dari tim WartaSolo, transaksi bebas dilakukan di stan festival yang didirikan di lapangan desa maupun di sepanjang jalur mulai pintu masuk kecamatan sampai lokasi. Rata-rata, durian keping dijual Rp 20 ribu-Rp 50 ribu per butir sesuai ukuran.

Senebtara itu menurut keterangan dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat membuka Festival Durian 2014 meminta seluruh penduduk desa mengembangbiakkan jenis tanaman buah tersebut.

Untuk mendorong program penanaman durian di Jumantono, Bupati menjanjikan pengucuran dana stimulan Rp 75 juta. Syaratnya, petani durian harus mau meninggalkan cara lama berjualan durian dan beralih ke agrobisnis.