WartaSolo.com – Hari ini, Sabtu (22/2/2014) Acara Festival Jenang Solo (FJS) digelar di Ngarsopuro Solo. Berbagai Jenis kuliner jenang tradisional langka disajikan, seperti jenang Abrit petak, jenang Lang, Jenang Saloko, jenang Mangul dan juga Jenang Suran yang biasanya disajikan khusus di bula sura di Kraton Kasunanan Surakarta ada di FJS ini.

Menurut keterangan dari KGPH Drs Dipokoesoemo sebagai penasihat Yayasan Jenang Indonesia (YJI) mengatakan bahwa acara festival jenang ini terinspirasi saat boyongan kraton Kartasura ke Kraton Kasunanan Surakarta 17 Februari 1745, dimana pada saat itu ditandai dengan diaraknya 17 macam jenang dari bekas kraton Kartasura ke Kraton Surakarta.



Selain mengenang boyongan keraton serta sebagai event pariwisata, FJS juga diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT kota Solo yang ke-269 ujar GPH Dipokoesoemo yang akrab dipanggil Gusti Dipo .

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pariwisata Kota Solo Dra Eny Tiyasni Susana MM dalam acara FJS itu juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda .”Generasi muda menyambut antusias saat FJS mereka dilibatkan dalam proses pembuatan jenang dari awal memarut kelapa, membuat adonan bumbu serta mengolahnya menjadi jenang.

Banyak anak muda yang merasa surprise memarut kelapa, kareana sebelumnya mereka sering mendapatkan santan yang instan membeli di mall. Sekarang mereka memarut sendiri,”papar Eny sambil menambahkan Jenang buatan ibu-ibu PKK, siswa sekolah, mahasiswa serta masyarakat umum dilombakan untuk merangsang kreatifitas dan semangat para peserta JFS.