Sragen, WartaSolo.com – Pengumuman CPNS K2 yang sudah dilaksanakan sejak tanggal 10 Februari kemarin menyisakan banyak kekecewaan buat para tenaga honorer yang dinyatakan tidak lolos, diduga bayak sekali kecurangan dalam penentuan nama peserta yang lolos.

Setidaknya ada 300 pegawai ‘siluman’ diduga lolos sebagai CPNS lewat jalur tenaga honorer kategori 2 (K2) di Kabupaten Sragen. Hal ini semakian memperkuat dugaan adanya praktik jual beli kursi CPNS dari jalur Honorer K2 seperti pernah diungkapkan Forum Tenaga Honorer K2 Sragen (FTHKS).


Menurut keterangan dari Koordinator FTHKS, Suwarso kepada wartawan Jumat (21/02/2014) mengatakan bahwa pihaknya mempunyai data yang valid mengenai lolosnya tenaga honorer siluman dalam rekrutmen CPNS 2013 ini, sejumlah pegawai yang awalnya tidak ada dalam daftar database K2 justru dinyatakan lolos sebagai CPNS, dan setiap kecamatan setidaknya ada 15 pegawai siluman tersebut.

Suwarso menjelaskan bahwa apabila di wilayah Kabupaten Sragen yang terdiri dari 20 kecamatan, maka total pegawai siluman yang masuk jadi CPNS diperkirakan mencapai 300 orang.

“Kami sudah mengecek dan ternyata seleksi CPNS K2 tidak berdasarkan seleksi tahun 2005, melainkan sudah ada indikasi jual beli pegawai,” Ujarnya.

Kejanggalan lain dalam seleksi CPNS Honorer tahun ini, lanjutnya, adanya pegawai yang belum mencukupi syarat masa kerja malah dinyatakan lolos seleksi. Sementara di sisi lain, mereka yang telah mengabdi puluhan tahun justru gagal seleksi. Indikasi permainan dilakukan dengan pemalsuan data masa kerja yang dilakukan Kepala sekolah dan UPTD Kecamatan.

“Terbukti ada pegawai yang diterima, ijazahnya baru keluar tahun 2004. Tapi dalam dalam surat keterangan masa kerja sudah di atas lima tahun. Pemalsuan data masa kerja terjadi di tingkat bawah, Kepala sekolah dan UPTD kecamatan,” tegas guru honorer di SD Negeri I Pilangsari, Ngrampal tersebut.