Sragen, WartaSolo.com Harapan para tenaga honorer untuk dapat diangkat menjadi seorang PNS sangatlah besar. Sebuah pengabdian bertahun – tahun yang selama ini dilakukan kepada negara sebagai tenaga honorer yang hanya memiliki gaji kecil, tentunya sangat berharap adanya peningkatan taraf hidup. Dan semua itu dispresiasi negara dengan adanya seleksi CPNS tenaga honorer K2. Dan apa jadinya jika hasil seleksi CPNS tidak sesuai dengan harapan?

Kemarin Rabu (19/2/2014) puluhan tenaga honorer K2 dari Forum Tenaga Honorer PemKab Sragen berbondong – bondong mendatangi kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Dan tak lain maksud dari kedatangan para tenaga honorer tersebut untuk memprotes banyaknya tenaga honorer yang bukan K2 lolos dalam seleksi CPNS tahun ini. Bahkan Suwarso, sebagai koordinator forum meminta pemerintah untuk membatalkan hasil seleksi CPNS K2 karena diduga adanya kecurangan.


Salah satu syarat wajib ikut ujian CPNS K2 sesuai Menpan No.5 Tahun 2010 yakni masa kerja minimal satu tahun pada 31 Desember 2005 dan saat dilaksanakan seleksi masih bekerja di tempat mengabdi. Dan kali ini banyak tenaga honorer masa pengabdian setelah tahun 2005 yang lolos verifikasi tahun 2010 dan juga lolos seleksi CPNS tahun ini. Dan juga tenaga honorer K2 yang mengikuti ujian CPNS 2005 lalu dijanjikan untuk seleksi tahun berikutnya hanya 600 orang, namun nyatanya sampai 2000an yang mengikuti seleksi CPNS K2.

Mereka menuntut dilakukan verifikasi ulang untuk melihat yang benar – benar K2 dan yang bukan, dam memprioritaskan 600 orang tersebut. Selain itu Suwarso juga meminta BKD buka – bukaan tentang data honorer K2 dan menentukan nasib para tenaga honorer yang tidak lolos seleksi. Dan jika aspirasi mereka tidak ditanggapi maka mereka mengancam akan mogok kerja masal.

Sebagai wujud nyata dari ancaman tersebut sudah ada 300an tenaga honorer yang mulai mogok kerja. Hal ini akan terus dilakukan smapai tuntutan mereka dipenuhi.