Sukoharjo WartaSolo.com Dibalik banyaknya musibah yang kini sedang menimpa negeri kita tercinta ini, ternyata ada berita yang kini sedang heboh berkembang dimasyarakat solo dan sekitarnya. Yakni adanya kegiatan kunjungan kerja DPRD Sukoharjo ke pulau Dewata Bali selama empat hari tiga malam yang berangkat kemarin (19/2/2014).

Kegiatan Kunjungan Kerja ke Bali diikuti oleh 45 anggota DPRD Sukoharjo. Hal ini menuai berbagai kritikan dari masyarakat, karena sebagian besar dari masyarakat menilai bahwa kunker ini hanya jalan – jalan saja dan selain itu tidak tepat pada waktunya. Melihat banyak saudara kita yang saat ini sedang banyak tertimpa musibah bencana alam yang sedang terjadi di mana – mana, dan yang baru saja terjadi yakni meletusnya Gunung kelud di Kediri.



Kunjungan kerja ini juga mendapat reaksi dari pengamat politik Universitas Veteran Bangun Nusantara (Bantara) Sukoharjo, Suyahman. Beliau menilai bahwa kunjungan ke 45 anggota DPRD Sukoharjo ini tidak tepat pada waktunya melihat situasi yang ada. Selain itu masa jabatan yang dimiliki para anggota DPRD ini hanya tinggal dua bulan saja menjelang pemilu legislatif, jadi hasilnya untuk apa nantinya.

Alangkah lebih baik jika menyelesaikan tugas yang belum terselesaikan di sisa masa jabatan yang ada, salah satunya dengan tertundanya pembangunan pasar Ir. Soekarno yang sudah lebih dari setahun mangkrak. Lebih dari 1000 pedagang pasar kebingungan. Seperti yang diungkap Ketua Himpunan Pedagang Pasar Kota Sukoharjo, Fajar Purwanto yang sangat menyesalkan keputusan para wakil rakyat ini.