WartaSolo.com – Tahukah Anda bahwa mengkonsumsi vitamin C ternyata bisa mencegah stroke. Hal ini telah dibukti pada sebuah studi terbaru yang membuktikan bahwa dengan konsumsi vitamin C yang cukup akan dapat membantu melindungi diri dari serangan penyakit stroke.

Dikutip Warta Solo dari laman Kabar24, Senin (17/1/ 2014) menyebutkan bahwa penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan dalam American Academy of Neurology tersebut membuktikan bahwa risiko stroke hemoragik yang lebih mematikan daripada stroke iskemik dapat terjadi pada orang yang mempunyai kadar vitamin C terendah dibanding orang yang mempunyai kadar vitamin C normal.


Stéphane Vannier, peneliti asal Pontchaillou University Hospital di Prancis menyebutkan, kekurangan vitamin C bisa dianggap sebagai faktor risiko terkena stroke berat, seperti tekanan darah tinggi, kebiasaan meminum alkohol dan kelebihan berat badan, “ ungkap.

Kadar vitamin C dari 65 orang yang mengalami stroke hemoragik intraserebral, serta kadar citamin C orang sehat yang tidak menderita stroke diteliti dalam studi ini. Hasilnya, 45 persen memiliki kadar vitamin C yang normal dan 45 persen lainnya mempunyai kadar habis vitamin C dalam tubuh. Sebanyak 14 persen orang mempunyai kadar vitamin C yang sangat rendah. sehingga mereka dianggap kekurangan vitamin C.

Selain itu, para peneliti juga menemukan orang dengan kadar vitamin C yang normal adalah orang yang tidak menderita stroke, sementara itu orang dengan kadar vitamin C sangat rendah adalah orang yang mempunyai stroke.

Dr Vannier menambahkan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi secara khusus bagaimana vitamin C dapat membantu mengurangi risiko stroke. Karena sudah diketahui bahwa vitamin C dapat mengatur tekanan darah.

Memang, penemuan ini belum diterbitkan secara resmi dalam jurnal ilmiah. Namun, studi ini bukan pertama kalinya yang mengaitkan vitamin C dengan penurunan risiko stroke. Bahkan, pada tahun 2008, studi oleh Peneliti dari University of Cambridge menunjukkan bahwa orang dengan kadar vitamin C yang tinggi memiliki risiko stroke 42 persen lebih rendah daripada orang-orang yang mempunyai kadar vitamin C yang terendah.

Selain itu, Studi dalam British Medical Journal pada 1995 juga menemukan orangtua dengan vitamin C terendah memiliki risiko kematian tertinggi akibat stroke. Bahkan, menurut temuan National Institutes of Health, kekurangan vitamin C dapat menyebabkan anemia, menurunkan kemampuan daya tahan tubuh, radang gusi, mimisan, dan nyeri sendi.

Selanjutnya, untuk menjaga kesehatan pria dewasa dianjurkan untuk mengonsumsi 90 miligram vitamin C per hari sedangkan wanita dewasa dianjurkan untuk mendapatkan 75 miligram vitamin C per hari.

Sebagai tambahan informasi, vitamin C dapat ditemukan pada buah-buahan dan sayuran termasuk jeruk, brokoli dan paprika.