Karanganyar, WartaSolo.com – Oknum kepala sekolah (kepsek) SMA swasta di Boyolali yang menjadi tersangka kasus jual beli kunci jawaban Ujian Nasional (UN) sampai saat ini belum dilakukan penahanan. Pelaku yang berinisial YS ini menjalani wajib lapor di Mapolres Karanganyar.

Seperti kabar sebelumnya, polres Karanganyar telah berhasil membongkar sindikat jual beli kunci jawaban UN yang melibatkan beberapa orang tersangka, termasuk oknum guru honorer dengan inisial DW dan oknum kepala sekolah SMA swasta di Boyolali dengan inisial YS.



Berdasarkan informasi yang telah berhasil dihimpun, polisi akan melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap oknum kepala sekolah tersebut setelah menyelesaikan administrasi UN disekolahnya pekan depan. Untuk memastikan YS tidak melarikan diri, polisi menerapkan wajib lapor terhadap tersangka.

YS sendiri diketahui terlibat kasus jual beli kunci jawaban UN setelah polisi mengorek keterangan dari DW yang merupakan guru honorer asal Boyolali yang juga terlibat sindikat kasus ini. Tiga tersangka lain dengan inisial MRP, JS, dan GM saat ini sudah ditahan dan satu tersangka lainnya berinisial WK sampai saat ini masih buron.

Polisi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap YS untuk membongkar sindikat jual beli kunci UN hingga ke akar-akarnya. Hal ini dibenarkan oleh AKBP Martireni Narmadiana selaku Kapolres Karanganyar yang juga mengungkapkan bahwa dua orang saksi pemeriksanaannya ditunda karena tertekan.

Seperti yang kita ketahui, dua orang saksi tersebut adalah peserta UN dari SMA favorit di Karanganyar yang membeli kunci jawaban dari tersangka, yakni AMZ dan GC.

“Kemungkinan Senin (21/04/2014) akan diperiksa. Dia juga kepala sekolah yang pastinya disibukkan mengurusi UN di sekolahnya. Kasus ini akan diurai sampai ujung dan akar-akarnya. Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan tingkat Provinsi Jawa Tengah.”

“Pembelinya, yaitu peserta UN usai ditanyai mengatakan kunci jawaban ini mencapai kebenaran 80 persen. Tentunya harus dibuktikan dulu dengan menghadirkan panitia UN dari Diknas,” kata Kapolres Karanganyar, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Jumat (18/04/2014).