Karanganyar, WartaSolo.com – Ujian Nasional atau UN memang memunculkan fenomena jual beli kunci jawaban. Satreskrim Polres Karanganyar berhasil membongkar sindikat jual beli kunci jawaban UN SMA/SMK untuk tahun ajaran 2013/2014 yang ternyata melibatkan oknum kepala sekolah (kepsek) dan guru honorer.

Tiga orang tersangka sindikat jual beli kunci jawaban UN ini telah berhasil diamankan oleh polisi, mereka adalah JS, MRP, dan GM. Polisi mengatakan bahwa masih ada dua tersangka lainnya yang sampai saat ini masih buron, yakni WK dan DW. Informasi penangkapan ini dibenarkan oleh Kompol Sarini selaku Wakapolres Karanganyar.



Aksi jual beli kunci jawaban yang dilakukan oleh komplotan ini berhasil diketahui polisi setelah mendapatkan keteraangan dari warga pada hari kedua UN pada Selasa (15/04/2014). Informasi berawal dari dua orang siswa dari SMA favorit di Karanganyar, yakni AMZ dan GC.

AMZ dan GC dimintai keterangan terkait peredaran dan jual beli kunci jawaban UN. Tak hanya itu, polisi juga memerikas AF dan AG yang merupakan peserta UN yang akan membeli kunci jawaban pada salah seorang tersangka. Setelah dijebak, polisi berhasil meringkus dua pelaku sindikat jual beli kunci jawaban, yakni GM dan MRP.

Berdasarkan keterangan dari GM dan MRP, mereka mendapatkan kunci jawaban dari tersangka lain, yakni JS yang telah membeli enam paket kunci jawaban dari DW yang saat ini masih buron. DW adalah oknum guru honorer yang diketahui bekerja sama dengan YS yang merupakan oknum kepala sekolah SMA swasta di Kabupaten Boyolali.

“MRP dan GM mengaku membeli kunci jawaban UN senilai Rp 7 juta. Dicicil Rp 3,5 juta sepekan lalu, sedangkan sisanya direncanakan dilunasi usai UN. Kami akan telusuri lagi. Sudah beredar ke berapa anak kunci jawaban itu? Beberapa anak yang dimintai keterangan masih berstatus saksi. Pihak-pihak yang terlibat pasti dikorek keterangannya. Kasus ini tidak akan kami biarkan begitu saja,” kata Kompol Sarini yang dikutip dari KR Jogja pada Rabu (16/04/2014).

Saat ini polisi masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap oknum kepala sekolah dan guru honorer yang terlibat sindikat jual beli kunci jawaban UN. Kompol Sarini menambahkan, kemungkinan komplotan tersebut telah beroperasi di wilayah se eks-Karesidenan Surakarta.