Sukoharjo, WartaSolo.com – Setelah sebelumnya sempat dikabarkan naik hingga tembus Rp80 ribu yang kemudian stabil di Rp 60 ribu, kini harga cabai anjlok menjadi hanya Rp 45 ribu. Penurunan harga cabai yang cukup drastis ini membuat banyak pedagang di Kabupaten Sukoharjo mengalami kerugian.

Banyak pedagang sayur di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Sukoharjo mengaku terkejut karena harga cabai yang anjlok secara tiba-tiba. Penurunan harga cabai ini terbilang signifikan dari Rp 60 ribu per kilogram menjadi hanya Rp 45 ribu per kilogram. Tak hanya itu, beberapa pedagang cabai bahkan menjualnya dengan harga yang lebih rendah lagi, yakni Rp 37 ribu per kilogram.


Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, penurunan harga cabai ini dimulai menjelang pesta demokrasi atau coblosan pemilu legislatif yang digelar pada 9 April lalu. Harga anjlok menjadi Rp 45 ribu karena stok cabai melimpah, tetapi tidak ada yang beli karena saat itu masyarakat sedang sibuk mencoblos.

Lain halnya dengan lonjakan harga cabai beberapa waktu lalu, pedagang juga mengalami kerugian karena harga yang tinggi dan daya beli masyarakat rendah, sehingga tidak ada yang membeli cabai. Penjualan cabai saat itu langsung merosot dan banyak stok cabai yang membusuk karena tidak laku.

Hal ini dibenarkan oleh Ny Tentrem yang merupakan salah satu pedagang sembako yang berjualan di pasar darurat Ir Soekarno, Sukoharjo pada Senin (14/04/2014).  Tentrem mengaku dirinya tidak tahu persis apa penyebab harga cabai anjlok secara mendadak dan cukup signifikan.

“Mulai turun satu hari sebelum pemilu dan puncaknya saat pencoblosan harga langsung anjlok Rp 45 ribu per kilogram untuk cabai rawit. Bahkan saat pencoblosan ditempat saya sama sekali tidak ada yang beli cabai karena pembeli memilih untuk datang mencoblos pemilu.”

“Dulu harga tinggi rugi karena tidak laku, sekarang harga turun tetap rugi karena pendapatan sedikit,” kata Ny Tentrem, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Senin (14/04/2014).