Karanganyar, WartaSolo.com – Untuk mencegah kejadian yang tak diinginkan, Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar melarang semua bentuk kegiatan tirakat atau doa bersama di sekolah jelang pelaksanaan UN (Ujian Nasional).

Larangan kegiatan tirakat ini meliputi doa bersama atau istighosah, salat malam, dan bentuk kegiatan tirakat malam lainnya yang dilakukan di sekolah atau masjid sekolah. Disdikpora mengatakan bahwa larangan ini untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.


Hal ini dibenarkan oleh Siri Suranto selaku kepala Disdikpora Karanganyar. Sri Suranto juga mengatakan bahwa seluruh pengawas sekolah untuk melarang kegiatan tirakat yang dilaksanakan di sekolah. Larangan ini juga meliputi kegiatan tirakatan yang berbau klenik dengan melakukan ritual-ritual tertentu, seperti membakar dupa atau memasang sesajen di tempat-tempat tertentu di sekolah.

Meski demikian, Sri Suranto menambahkan bahwa beberapa tahun terakhir ini kegiatan tirakatan yang berbau klenik sudah tak lagi tampak dan yang banyak dilakukan adalah doa bersama atau istighosah dan salat malam bersama yang digelar di masjid sekolah.


Sri Suranto mengatakan bahwa pihaknya tidak melarang kegiatan seperti tirakatan ini, tetapi tidak dilaksanakan di sekolah. Bagi yang ingin melaksanakan ibadah atau tirakat sebaiknya dilakukan di rumah masing-masing untuk meminimalkan kejadian yang tak diiinginkan selama pelaksanaan UN.

“Dua tahun lalu pernah ada kejadian peserta UN menjalani salat malam dan istighosah di masjid sekolah. Nahas, saat pulang dini hari, dia kecelakaan di jalan dan meninggal dunia.”

“Memang maksudnya baik, berdoa kepada Tuhan agar lulus. Tapi efek keluar malam jadi tidak baik. Monggosaja tirakatan asalkan di rumah masing-masing. Jangan di sekolah karena bukan tempatnya hal-hal semacam itu,” kata Sri Suranto, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Senin (14/04/2014).