Karanganyar, WartaSolo.com – Beberapa waktu lalu sempat dikabarkan surat suara yang tertukar dan menyebabkan pemilih harus melakukan coblosan ulang di Mojogedang, Karanganyar. Masalah ini ternyata menjadi perhatian khusus oleh Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu).

Panwaslu akan memanggil KPU (Komisi Pemilihan Umum) Karanganyar untuk mengawali menyelidikan kasus tertukarnya surat suara yang terjadi di delapan TPS (Tempat Pemungutan Suara). Panwaslu akan meminta klarifikasi dan penjelasan dari KPU Karanganyar terkait kesalahan yang terjadi hingga menyebabkan terjadinya coblosan ulang.


Berdasarkan informasi yang telah dihimpun, ada delapan TPS di Karanganyar yang surat suaranya tertukar. Hal ini dibenarkan oleh Mustari selaku Divisi Pengawasan Antar Lembaga Panwaslu Karanganyar. Mustari menilai kejadian ini terbilang masif karena cukup banyaknya TPS yang tertukar suaranya.

Dari delapan TPS yang tertukar surat suaranya, lima di antaranya terdapat di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar. Kekeliruan ini baru diketahui pada siang hari sekira pukul 11 siang, sehingga sebagian surat suaranya telah dicoblos. Akibatnya, KPU terpaksa mengadakan coblosan ulang di hari berikutnnya dan mengundang kembali pemilih untuk mencoblos.

Selain memanggil KPU Karanganyar, Panwaslu juga akan memanggil PPK Karanganyar untuk dilakukan penyelidikan mengenai pengelolaan logistik pemilu. Pengiriman logistik pemilu dari KPU ke PPK dan kemudian ke TPS sudah ditetapkan, sehingga perlu penyelidikan lebih lanjut.

“Baru ketahuan siang menjelang penghitungan suara. Kenapa delapan TPS ini terjadi demikian, akan kita tanyalan langsung ke KPU selaku penyelenggara pemilu,” kata Mustari, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Sabtu (12/04/2014).