WartaSolo.com – Pesawat Kepresidenan Indonesia mendarat dan disambut langsung oleh Mensesneg Sudi Silalahi dan sejumlah pejabat negara serta TNI Angkaran Udara di Landasan Udara Halim Perdanakusuma pada Kamis (10/4/2014) kemarin.

Pesawat dengan kapasitas 67 penumpang tersebut nampak segar dengan paduan warna biru dan putih. Bagian dalam pesawat tersebut memiliki ruang rapat, ruang pertemuan dan juga ruang eksekutif. Pesawat Kepresidenan RI dirancang untuk mempermudah kepala negara RI dalam menunaikan tugasnya dengan sejumlah perangkat keamanan.


Kabarnya pesawat kepresidenan RI tersebut dibuat dengan biaya Rp 847 miliar. Sebelum mendarat di Indonesia pesawat ini singgah dulu di beberapa tempat seperti Delaware kemudian Wllington lalu Sacramento dilanjutkan dengan mengambil rute Honolulu-Guam dan akhirnya ke Lanud Halim Perdanakusuma.

Pesawat dengan jenis Boeubg 737-800 BBJ-2 ini memiliki kapasitas bahan bakar ekstra sehingga pesawat mampu terbang sejauh 10.000 km sekali jalan. Dengan paduan warna biru dan putih serta bertuliskan “REPUBLIK INDONESIA” menurut Mensesneg Sudi Silalahi dapat menambah keamanan karena menyerupai warna langit.

Harapannya dengan adanya pesawat kepresidenan RI ini selain digunakan untuk perjalanan dinas juga dapat menjangkau seluruh pelosok tanah air dan juga berbagai negara sahabat. Bagaimana menurut anda? Pantaskah Indonesia memiliki pesawat kepresidenan seperti negara adigdaya Amerika?