Karanganyar, WartaSolo.com – Akibat kesalahan logistik, surat suara yang digunakan untuk Desa Ngadirojo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar tertukar dengan wilayah lain, maka proses pemilu atau coblosan di daerah tersebut terpaksa diulang pada Kamis (10/04/2014).

Pengulangan coblosan ini dibenarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mengatakan bahwa terjadi kesalahan atau kisruh distribusi surat suara untuk coblosan 9 April 2014. Akibat kesalahan ini, KPU harus mengundang kembali warga untuk coblosan ulang di TPS 9 Dusun Banaran, TPS 7 Dusun Gondang, dan TPS 12 di Dusung Sambirejo dengan total jumlah pemilih mencapat 946 orang.


Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun, surat suara yang akan digunakan untuk coblosan di tiga TPS tersebut tertukar dengan surat suara Dapil III (Jumantono, Jatiyoso, Jumapolo). Padahal ketiga TPS tersebut termasuk wilayah Dapil I yang meliputi Mojogedang, Karanganyar, dan Matesih.

Kisruh ini kian runyam ketika tertukarnya surat suara ini baru diketahui setelah coblosan berlangsung hingga pukul 11.30, akibatnya sebagian surat suara terlanjur dicoblos oleh pemilih. Ketiga TPS tersebut rata-rata sudah 100 lebih surat suara yang sudah dicoblos warga.

KPU akhirnya memutuskan untuk menggelar coblosan ulan di ketiga TPS tersebut pada hari ini (10/04/2014) dan mengundang kembali warga untuk menggunakan hak pilihnya. Hal ini dibenarkan oleh Sri Handoko Budi Nugroho selaku ketua KPU Karanganyar yang juga memihin maaf kepada semua warga akibat kesalahan tersebut.

Handoko juga menegaskan bahwa insiden tertukarnya surat suara ini bukan sebuah kesengajaan, melainkan murni karena kesalahan saat pengemasan logistik pemilu.

“Hal ini disebabkan human error. Kemungkinan saat proses pengemasan logistik pemilu,” kata Handoko, seperti yang dilansir dari KR Jogja pada Kamis (10/04/2014).